Senin - Sabtu 08.00 - 16.30 || Minggu 09.00 - 16.00 || HP/Wa 0815-1483-2773

Anak Melihat, Anak Meniru

Thursday, June 22nd 2017.

“Mamah jangan pegang hp terus, ditaroh! Ayo main rumah-rumahan,” kata anak tengah saya yang kala itu berumur 2,5 tahun. Lain waktu saat marah dia akan berkata “Bella kesel sama Mamah, Mamah ditinggal sendiri aja di luar,” atau  “Mamah itu nakal, dicubit aja.” Lain kesempatan saat sedang bertengkar dengan kakaknya dia akan bilang, “Terserah kamu!”

anak-meniru-orang-tua

Saya seperti merasakan sesuatu yang sangat intim dengan situasi ini. Saya ingat-ingat, cari-cari… apa yang membuatnya terasa begitu familiar. Dan… ahaaa… ketemu!!!

Yaa, itu adalah gestur dan ucapan-ucapan yang sering saya lontarkan ke dia.

Kemudian berloncatanlah fragmen-fragmen percakapan sehari-hari dengannya. “Bella stop main ipadnya, nanti Mamah sita gak boleh main lagi.”

“Kalau Bella nakal nanti Mamah cubit ya.”

“Bella kalo ngompol di luar aja sana gak usah masuk rumah.””

Mamah pusing nih liat Bella berantem terus sama Berry.”

“Jangan bikin Mamah kesel dong.”

“Terserah kamu! Gak nurut sama Mamah,” dan masih banyak lagi gestur dan ucapan-ucapan lain yang tanpa saya sadar rupanya diamati dan ditiru oleh si bocah.

Benarlah apa yang pernah dikatakan James Baldwin, “Children have never been very good in listening to their elders, but they have never failed  to imitate them.” Ya, anak-anak memang bukan “pendengar” yang baik, tetapi mereka adalah “peniru” yang handal. Mereka tak pernah gagal menirukan tingkah polah orang tua dan lingkungan sekitarnya.

Sebenarnya, meniru adalah sesuatu yang fitrah dimiliki setiap anak. Kemampuan meniru ini mulai berkembang sejak anak berumur satu tahun. Justru bermasalah jika kemampuan anak dalam meniru tidak berkembang sesuai tahapan usianya. Bersyukurlah jika anak-anak kita mulai belajar meniru-niru apapun dari kita. Berarti mereka tak bermasalah.

Orang tua adalah sosok pertama yang tingkah lakunya akan diamati dan ditiru anak-anak mereka. Mulai dari gestur, raut muka, cara bicara, intonasi hingga hal-hal fisik yang dilakukannya. Itulah kenapa ada peribahasa buah jatuh tak jauh dari pohonnya, like father like son, like mother like daughter dan semacamnya.

Tak masalah jika yang mereka tiru adalah hal-hal baik dari diri orangtuanya. Yang menjadi persoalan adalah mereka belum mampu mimilah-milah mana hal baik yang bisa mereka tiru, mana yang seharusnya tidak ditiru. Alhasil segala hal yang ia amati dari lingkungan terdekatnya akan ditirukannya, utuh.

Balita doyan ngrokok, itu karena orangtuanya atau lingkungan sekitar mengajarkannya merokok. Anak kecil suka main tangan, bisa jadi karena kesehariannya akrab dengan kekerasan oleh lingkungan terdekatnya, dan sebagainya. Jika dalam seminar-seminar kewirausahaan ada istilah ATM, Amati Tiru Modifikasi, di dunia pengasuhan orangtua-anak ada ATP,  Amati Tiru Persis.

Makin bertambah umur anak, makin meluas lingkup pergaulannya, makin banyak role model yang diamatinya, makin lihai juga anak meniru idolanya. Di sinilah mulai muncul objek-objek baru untuk diamati selain orangtuanya. Bisa jadi teman mainnya, tokoh cerita di tv, guru sekolahnya, dan lain-lain. 

Seperti siang ini, saat si bocah pulang dari sekolahnya, dia berkata “Mamah kata Bu Fitri gak boleh suka ngomong yang jelek-jelek lho, nanti Allah gak sayang. Kalau Mamah ngomong yang jelek-jelek nanti Bella telpon Bu Fitri biar Mamah dimarahin.”

Pertinyiin… eh, pertanyaannya, apakah mamah tidak pernah mengajarkan untuk “tidak ngomong yang jelek-jelek” sebelumnya?”

Tentu saja tiap hari diajarkan. Masalahnya saat ini mamah sedang tidak jadi idola, sedang tidak laku. Yang didengarkan adalah apa yang dikatakan ibu gurunya, role model barunya. Posisi mamah yang sebelumnya sebagai model satu-satunya tergeser oleh posisi bu guru. Pokoknya hanya bu guru yang paling benar.

“Bukan gitu Mah, kata bu guru itu gini,” padahal mah intinya sama aja. Sebenarnya ini kesempatan bagus. Dekati bu guru dan sampaikan apa-apa yang ingin kita tanamkan ke si anak. Biarlah bu guru yang menjadi perantara penyampainya.

Saat mulai muncul model-model lain dalam lingkup pergaulan si anak, saat itulah kita sebagai orangtua harus mulai waspada. Saatnya menyaring figur-figur mana dan seperti apa yang layak untuk diidolakan anak-anak kita. Gak mau kan sosok-sosok macam Aw Karin atau Anya Geraldine yang jadi tokoh panutan mereka? Kalian semua syuci aku penuh dozzaa…

Anak adalah peniru ulung. Hal ini menjelaskan kenapa sekedar kata-kata (nasihat) tidak akan efektif dalam mengajar mereka. Masuk telinga kanan keluar telinga kanan lagi. Mental. “Jangan suka ngomong boong ya Nak, gak baik, dosa,” kata seorang ibu kepada anaknya. Sesaat kemudian datanglah tukang kredit panci hendak menagih cicilan panci si ibu,  “Nak, nanti kalo ada mamang tukang panci datang, bilang Ibu lagi pergi ke timbuktu,” kata si ibu. Si anak pun berkata, “Mang, kata Ibu kalau Mamang datang suruh bilangin ibu lagi pergi ke timbuktu.” Dan si ibu pun berdiri keki di balik gorden.

Anak-anak belajar dari teladan. Dari apa yang dilakukan orangtuanya, bukan apa yang dikatakan orang tuanya. Nasihat akan efektif jika disertai dengan contoh riil-nya, tak sekedar Omdo atau NATO (No Action Talk Only) atau cuap-cuap belaka. Ya. Hidup memang tak semudah co…… Sudah! Jangan kau teruskan lagi rhoma!

Nah, kompetensi/sifat/perilaku seperti apakah yang kita ingin anak kita tiru dari kita? Sabar? Ya latihlah diri kita untuk sabar terlebih dahulu. Berkata baik? Ya biasakanlah diri kita untuk selalu berkata baik lebih dulu. Jujur? Ya mulailah untuk belajar berkata jujur meski hanya tentang hal remeh-temeh. Suka menolong? Ya berusahalah untuk belajar menolong lebih dahulu. Tidak sombong? Rajin menabung? Atau yang lainnya? Yaa mulailah kesemuanya itu dari diri sendiri. Iya. D i r i  s e n d i r i.

Sulit?? Gak ada yang bilang mengasuh anak itu mudah.

Pepatah afrika bilang “it takes a village to raise a child.” Tak bisa kita, orangtua sekedar pasrah bongkokan ke pihak sekolah “Tolong, didik anakku, jadikan dia sholih, pintar dan baik sekeluarnya dari sini” tanpa kita ikut berpartisipasi aktif mewujudkan keinginan itu. Pun sama halnya tak bisa kita berjuang sendiri, membaikkan anak-anak kita  tanpa dukungan lingkungan masyarakat yang kondusif. Butuh kerjasama yang solid antara banyak pihak.

Pada akhirnya, kitalah yang sebenarnya sedang belajar dari anak-anak kita. Belajar terus untuk menjadi lebih baik dari kita di masa lalu dan saat ini. Belajar menjadi guru yang layak untuk digugu dan ditiru. Belajar menjadi role model yang bisa diidolai anak-anak kita. Seyogyanyalah kita berterimakasih kepada mereka setiap hari. Terimakasih Nak, telah mengajari hal baru untuk mamah setiap hari.

Sumber http://tuturma.ma/2016/11/30/anak-melihat-anak-meniru/

Perlengkapan Bayi | Kursi Bonceng Anak | Kolam Renang Bayi | Baby Beanbag

Artikel Terkait:

Produk terbaru

Rp 200.000
Order Sekarang » SMS : 0815-1483-2773
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
Nama BarangBaby Car Seat Full Cushion Motif OWL
Harga Rp 200.000
Lihat Detail
Rp 135.000
Order Sekarang » SMS : 0815-1483-2773
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
Nama BarangKolam Renang Anak Bestway Tanpa Tiup 55029
Harga Rp 135.000
Lihat Detail
Rp 100.000
Order Sekarang » SMS : 0815-1483-2773
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
Nama BarangKolam Renang Anak Bestway Fill N Fun 55028
Harga Rp 100.000
Lihat Detail
Rp 40.000
Order Sekarang » SMS : 0815-1483-2773
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
Nama BarangDodo Fruit Feeder/Empeng Buah
Harga Rp 40.000
Lihat Detail
Rp 135.000
Order Sekarang » SMS : 0815-1483-2773
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
Nama BarangTikar Lipat Piknik Big Size Microsatin Plastik Bukan Lampit Rotan Bambu Sushi
Harga Rp 135.000
Lihat Detail
Rp 60.000
Order Sekarang » SMS : 0815-1483-2773
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
Nama BarangTikar Lipat Piknik Size Small Microsatin Plastik Bukan Lampit Rotan Bambu Sushi
Harga Rp 60.000
Lihat Detail
Rp 80.000
Order Sekarang » SMS : 0815-1483-2773
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
Nama BarangTikar Lipat Piknik Medium Microsatin Plastik Bukan Lampit Rotan Bambu Sushi
Harga Rp 80.000
Lihat Detail
Rp 380.000
Order Sekarang » SMS : 0815-1483-2773
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
Nama BarangKolam Renang Anak Bestway Kotak Biru Jumbo 3M 54009
Harga Rp 380.000
Lihat Detail

Informasi

Mainan adalah barang yang tanpa ada garansi dari pabrik, kami selalu mengecek kelengkapan dan test semua fungsi sebelum barang dikirim.
Semua mainan tiupan, pelampung dan kolam,barang tidak dites dan tidak ada garansi kebocoran. kami sarankan utk beli lem utk mengatasi kebocoran.

Rekening Bank

0885556634 Beti Bistiorini
1410011479581 Beti Bistiorini
0219739261 Beti Bistiorini
058301010645509 Beti Bistiorini