Senin - Sabtu 08.00 - 16.30 || Minggu 09.00 - 16.00 || HP/Wa 0815-1483-2773

Begini Caranya Mendampingi Balita Saat “Mengamuk”

Monday, June 5th 2017.
:: TANTRUM, OH TANTRUM! : Mendampingi Balita Saat ‘Mengamuk’
“Wuaaaaaaaaaaaaaaa…!!!”
Seorang anak berusia sekitar 2,5 tahun mendadak mengamuk setelah melihat mainan-nya rusak karena terjatuh.
Tidak hanya menangis dan berteriak2, si anak juga menjatuhkan diri ke lantai, dan menbentur-benturkan kepalanya ke lantai. Amukannya ini terdengar sampai ke tetangga. Dan Acara mengamuk ini bisa berlangsung lama 15-30 menit.
Siapa anak yang mengamuk itu? Rayyis 🙂
Ya. Rayyis (4 tahun) anak sulung saya yang saat ini begitu tenang dan behave bahkan ketika legonya yang sudah susah2 dibikin jatuh berhamburan pernah pada tahap tantrum yang heboh.
*Kenapa sih terjadi tantrum?*
Temper tantrum, suatu reaksi emosional yang menghebohkan ini adalah hasil dari belum mampunya anak menghadapi emosi negatif yang begitu memuncak. Letupan emosi ini sebetulnya adalah kemarahan, kesedihan, atau kekecewaan karena ada suatu hal yang tidak sesuai dengan harapan anak.
*Di usia berapa tantrum dialami anak?*
Tantrum terjadi pada anak usia 2-5 tahun (dan masih sesekali terjadi di atas usia ini). Tantrum adalah suatu hal yang wajar karena anak baru saja “berkenalan” dengam emosi-emosi negatifnya & anak belum sepenuhnya berkembang kemampuan verbal/berbicara-nya untuk mengekspresikan emosinya. Anak sudah tidak bisa diredakan emosinya dengan cara pengalihan sewaktu saat usianya lebih muda justru karena memang akalnya semakin cerdas, egonya sedang berkembang, anak berproses menjadi pribadi yang lebih matang, karena itu perlu pendampingan.
tips-mengendalikan-emosi-saat-anak-rewel
*Jadi tantrum bukan perilaku NAKAL ya?*
BUKAN, tantrum bukanlah kenakalan. Prihatin ketika menyaksikan orang tua yang menganggap tantrum sebagai sebuah kenakalan, sehingga akhirnya anak tidak didampingi dengan tepat melewati tahap ini. Tantrum akhirnya jadi sesuatu yang berkepanjangan, anak memilih tantrum dalam berbagai situasi sebagai ungkapan kekesalan.
Karena anak sebetulnya belum mampu, maka yang perlu dilakukan adalah mendampinginya dengan tenang dan sabar dan perlahan-lahan mengarahkannya membentuk perilaku yang lebih tepat dan adaptif.
*Apa yang bisa dilakukan oleh Ayah Bunda ketika tantrum terjadi?*
Tantrum memang bukan sesuatu yang menyenangkan, akan banyak emosi-emosi negatif orang tua juga yang saat itu juga muncul. Betul ‘kan ya? Apalagi jika terjadi di tempat umum. Wow… Memang menguji kesabaran sekali. Tetapi karena ini sebuah tahap yang harus dilalui, sebuah episode dari pertumbuhan anak, part of growing, maka yakinlah bahwa “badai” ini akan berlalu.
?#?Langkah?-langkah yang dapat dilakukan orang tua:
1.Kenali PEMICU-PEMICU tantrum dan usahakan untuk MENGANTISIPASI-nya. Misal anak lebih mudah tantrum ketika mengantuk atau lapar, maka jangan ajak anak berpergian atau berkegiatan saat itu. Kemudian, selalu sediakan snack sehat ketika bepergian dengan si kecil. Pemicu-pemicu anak bertingkah bisa dibaca lagi di link di bawah.
2.Buat PERATURAN dan SEPAKATI dengan anak, kemudian berikan PEMAHAMAN jauh sebelum hal itu akan terjadi. Misal peraturan ketika berbelanja di supermarket adalah hanya membeli 1 saja makanan atau tidak membeli mainan. Ingatkan sehari sebelumnya, kemudian sejam sebelumnya.
3.KONSISTEN dengan aturan yang sudah disepakati. Jangan mendadak mengabulkan permintaan anak ketika tantrum terjadi karena anak akan memakai cara yang sama lagi untuk membujuk orang tua, sehinga tantrum akan terus terjadi.
4.Apapun yang terjadi tetaplah TENANG. Ingat bahwa kita ini orang dewasa-nya, yang lebih bisa menguasai emosi. Jika kita juga terbawa emosi alias baper lalu jadi mengomel tidak terkendali maka biasanya tantrum anak semakin menjadi. Kenali emosi-emosi kita sendiri yang muncul dan atasi dengan cara yang paling nyaman.
Sebagai muslim, sudah tersedia banyak sekali tools yang memang kita lakukan secara rutin sebagai PONDASI supaya tetap tenang : sholat khusyu’, tadarus, banyak berdzikir, berpuasa sunah. Secara situasional saat tantrum terjadi dan kita mulai ikut tersulut : tinggalkan anak di tempat yang aman (di kasur misalnya) lalu pergi sebentar ke ruangan lain untuk menenangkan diri (memberikan time-out pada diri sendiri). Pakai cara Rasulullah sholallahu’alayhi wassalam: duduk dulu, kalau belum reda berbaring, kalau belum reda juga sholat. Setelah tenang dampingi anak lagi.
5.Bawa anak ke TEMPAT YANG AMAN & TENANG (misal di kamar atau saat di toko berarti bawa keluar toko). Lebih baik yang tidak ada orang apalagi significant others yang bisa menginterupsi proses pendampingan kita.
6.Biarkan anak menyelesaikan luapan emosinya sampai mereda. Orang tua hanya perlu DIAM & menunggudisampingnya, jika ada yang ingin dikatakan cukup seperti ini : “Kalau sudah bisa tenang lagi, kita bicara ya…”. Anak tidak bisa mendengar nasehat apapun saat badai tantrum terjadi, emosinya begitu intens memenuhi dirinya. Beberapa anak mau menerima pelukan atau dekapan dari orang tua, tetapi beberapa malah justru memberontak.
Dalam kasus Rayyis, reaksinya adalah memberontak ketika saya peluk, jadi saya tunggui saja disampingnya sampai reda sambil berdzikir dan meyakinkan diri: THIS TOO SHALL PASS!
Apakah akan mereda? Ya, anak akan lelah juga mengeluarkan energi kemarahan yang besar terus menerus.
6.Jika anak sudah tenang, BICARA-kan apa yang tadi terjadi sambil dipangku atau dirangkul. Ajak anak MENGENALI EMOSI-nya (karena anak juga belum paham apa yang dirasakannya), REFLEKSI-kan, lalu ARAHKAN pada perilaku yang tepat, CONTOHkan :
“Rayyis tadi marah ya karena mainannya rusak?”
“Marah itu boleh-boleh saja kok…tetapi kalo sampai teriak2, menangis, banting2, itu tidak baik… Bunda sama Ayah jadi merasa sedih…”
“Lain kali kalo merasa marah sampaikan ke Bunda atau Ayah dengan cara yang baik ya: Bunda aku marah mainanku rusak. Aku mau ditemani. Allah juga lihat Rayyis loh, Allah sayang sama anak2 yang bicaranya baik walapun sedang marah… Kata Rasulullah La taghdhob falakal Jannah: Janganlah kamu marah maka bagimu surga. Rayyis mau masuk surga ‘kan?”
Pembicaraan seperti ini belum tentu akan langsung menghasilkan efek berupa perubahan perilaku anak, meredanya tantrum di kesempatan berikutnya. Proses ini terus menerus harus dilakukan. Perlahan-lahan anak nanti akan paham juga dan semakin lama semakin baik pengelolaan emosinya.
7.PUJI sekecil apapun progress anak bila menunjukkan perilaku yang positif dalam penyampaian emosinya.
“Aku sebel sama Bunda, aku pengennya main sama Bunda…”
“Nah, hebat! Bunda senang sekali Rayyis mau menyampaikan perasaannya ke Bunda… Terima kasih ya. Oke yuk kita main, kalo tadi cuma nangis ‘kan Bunda jadi tidak tahu ya…?”
Di kasus Rayyis, perlu waktu 1 bulan bagi kami mendampinginya. Alhamdulillah setelah itu kalaupun marah tidak sampai heboh, cuma nangis saja 5-10 menit, setelah dipeluk dan dicari tahu kenapa biasanya ceria lagi. Kalau sekarang di umur 4 tahun ini kalau ada emosi negatif yg Rayyis rasakan biasanya cuma dieeeem aja, hehehe.
*Kasihan si anak. Bukankah lebih mudah menuruti saja keinginan anak? Selesai urusan*
Sebagian orang tua masih tidak tega, merasa kasihan membiarkan anak menghadapi emosi negatifnya yang meluap, sehingga yang diambil jalan pintas : “ Udah deh, turutin aja daripada ngamuk”. Nah, pertanyaan selanjutnya kemudian: Bagaimana anak bisa mengelola emosi negatifnya kalau tidak pernah diberi kesempatan untuk menghadapi, merasakan?
Yang perlu betul-betul diingat adalah bahwa ledakan emosi negatif ini sebetulnya positif bagi perkembangan anak. Tahap ini adalah peluang anak untuk belajar mengelola emosinya. Pengelolaan emosi yang baik adalah modal untuk dapat bersosialisasi dengan baik. Seberapapun cerdasnya anak secara kognitif dan akademis tidak akan membuatnya dapat berkontribusi secara optimal di masyarakat tanpa kecerdasan emosi. Disinilah peran penting orang tua untuk mendampingi.
Nah, di tahap ini pula peluang orang tua untuk ‘bertumbuh’ jadi pribadi yang lebih baik. Emosi-emosi negatif yang muncul saat anak tantrum : marah, sedih, bahkan tidak berdaya adalah luka-luka yang perlu disembuhkan. Luka-luka yang masih membekas akibat trauma masa kecil atau pengasuhan yang kurang tepat (inner child) dapat berdampak ke pengasuhan anak. Jika ada permasalahan seperti ini, maka orang tua perlu berbicara pada orang lain yang bisa dipercaya. Jika tarafnya agak sulit disembuhkan berarti perlu bantuan ahli seperti psikolog.
Demikian. Semoga bermanfaat. Semoga anak-anak kita menjadi pribadi sholih-sholihah yang pandai menunda mengelola keinginannya.
Mari belajar lagi, mari jadi Ayah Bunda pembelajar. Mari saling mengingatkan.
Wallahu’alam bi shawab.
Sumber https://keluarga-terkini.blogspot.com/2017/05/begini-caranya-mendampingi-balita-saat.html
Perlengkapan Bayi | Kursi Bonceng Anak | Kolam Renang Bayi | Baby Beanbag

Artikel Terkait:

Produk terbaru

Rp 120.000
Order Sekarang » SMS : 0815-1483-2773
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
Nama BarangKursi Bonceng Expro Anak Matic Kiddy Karakter Cars
Harga Rp 120.000
Lihat Detail
Rp 75.000
Order Sekarang » SMS : 0815-1483-2773
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
Nama BarangSwimtrainer Planes
Harga Rp 75.000
Lihat Detail
Rp 75.000
Order Sekarang » SMS : 0815-1483-2773
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
Nama BarangSwimtrainer Princess
Harga Rp 75.000
Lihat Detail
Rp 75.000
Order Sekarang » SMS : 0815-1483-2773
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
Nama BarangSwimtrainer Pooh
Harga Rp 75.000
Lihat Detail
Rp 75.000
Order Sekarang » SMS : 0815-1483-2773
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
Nama BarangSwimtrainer Mickey Mouse
Harga Rp 75.000
Lihat Detail
Rp 32.000
Order Sekarang » SMS : 0815-1483-2773
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
Nama BarangSari Bubuk Kedelai & Kacang Hijau Daun Katuk Afis Life Untuk Ibu Menyusui
Harga Rp 32.000
Lihat Detail
Rp 65.000
Order Sekarang » SMS : 0815-1483-2773
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
Nama BarangKreatif Block Isi 136pcs
Harga Rp 65.000
Lihat Detail
Rp 115.000
Order Sekarang » SMS : 0815-1483-2773
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
Nama BarangMainan Bunchems Isi 400pcs
Harga Rp 115.000
Lihat Detail

Informasi

Mainan adalah barang yang tanpa ada garansi dari pabrik, kami selalu mengecek kelengkapan dan test semua fungsi sebelum barang dikirim.
Semua mainan tiupan, pelampung dan kolam,barang tidak dites dan tidak ada garansi kebocoran. kami sarankan utk beli lem utk mengatasi kebocoran.

Rekening Bank

0885556634 Beti Bistiorini
1410011479581 Beti Bistiorini
0219739261 Beti Bistiorini
058301010645509 Beti Bistiorini