Senin - Sabtu 08.00 - 16.30 || Minggu 09.00 - 16.00 || HP/Wa 0815-1483-2773

Ibu Yang Galak Tapi.. Ibu Yang Baik Tapi..

Saturday, June 17th 2017.

Gimana perasaanmu, Mah saat mendengar anak malah gak nyaman dengan ibunya sendiri. Duh, inilah yang sayang alami beberapa waktu lalu.

ibu-yang-asyik

Anak saya beberapa kali bilang, “Mama nggak asyik!” atau “Mama nggak seru!”, sambil ia menghentakkan kaki, muka cemberut, dan lari menjauh, karena saya tidak membelikan mainan yang ia lihat di mal.

Beruntung ia sudah 8 tahun sekarang. Dulu, ketika berumur 2-3 tahun, reaksinya akan lebih heboh daripada sekedar hal-hal tadi.

Menangis dan guling-guling di mal sudah bukan hal yang aneh buat saya. Awalnya memang sulit, menahan malu, tatapan mata, pikiran orang lain, ditambah suara anak yang menjerit-jerit. Tapi ini pilihan saya.

Saya menolak menyerah pada tangisan dan rengekannya. Tidak adalah tidak! Titik!

Mungkin terdengar kejam ya, tapi saya percaya pada proses dan tujuan akhir, yaitu saya mau membesarkan anak yang tangguh, tidak manja, dan kuat. Jadi, tidak apalah cibiran ditujukan kepada saya.

Kadang sebagai orang tua, kita akan menyerah pada rengekan anak. Kita akan menuruti semua kemauan anak. Padahal tak harus semua keinginan anak itu dipenuhi. Padahal tak harus semua rengekan anak kita turuti.

Kalau kita tegas, maka siap-siap dicap sebagai “Ibu yang tidak asyik.” Tapi dibalik itu ada pendidikan karakter yang ingin kita terapkan pada anak.

Nah, ada beberapa hal lain yang bisa membuat kita menjadi ibu paling tidak asyik sedunia.

Pengaturan Jam Tidur

Di hari sekolah, tidak ada acara tawar menawar untuk jam tidur. Untuk bangun jam 5 pagi, saya menetapkan jam tidur adalah jam 20.30. Sejak mulai sekolah, saya selalu membuat jadwal harian untuk diikuti.

Percaya deh, jadwal ini membantu sekali untuk ibu-ibu yang di rumah seperti saya. Keteraturan juga membuat anak menjadi terbiasa dengan peraturan, walau terkadang masih lalai dalam pelaksanaannya. Setidaknya anak-anak memiliki pegangan tentang apa yang akan dan harusnya mereka lakukan di jam yang sudah ditentukan.

Untuk jam tidur di akhir minggu, saya memberinya kelegaan sedikit, tapi tidak ekstrim, jam 22.00 sudah harus ada di kamar dan matikan lampu. Protes tentu saja ada, tapi anak-anak belum mengerti dampak kurang istirahat pada mereka, yang bisa berefek pada tumbuh kembangnya, belum lagi pada saya ibunya. Anak yang kurang tidur adalah salah satu sumber hari buruk buat ibu dengan semua tingkahnya.

Kalau menginginkan sesuatu, beli dengan uangmu sendiri

Maksudnya adalah tidak ada yang gratis di kehidupan dewasa nanti. Jadi, tidak ada salahnya mengajarkan anak untuk berusaha jika ia menginginkan sesuatu. Contoh, anak saya sejak 3 tahun yang lalu menginginkan sebuah set lego dengan harga yang cukup mahal.

Saya bicara padanya kalau yang dia inginkan terlalu mahal dan saya tidak bisa membelikannya karena alasan a, b, dan c.

Jika ia benar-benar menginginkannya, ia harus mengumpulkan uang sendiri. Bagaimana caranya mendapat uang untuk anak 8 tahun? Ada kalanya ia mendapat uang dari Neneknya yang berkunjung, dari Omnya yang main ke rumah, dari ang pau Imlek, atau dari reward yang saya berikan karena ia memenuhi syarat tertentu, misal membantu menjaga adik, pulang main tepat waktu, menghabiskan makanannya, dll. Dari uang tersebutlah dikumpulkan jika memang ia benar-benar menginginkan lego set tersebut, berapa lama pun waktu dibutuhkan. Hal ini juga bisa melatih anak untuk konsisten, melihat daya juang, dan kegigihan mereka dalam berusaha. “Kok temanku dibelikan sama Papanya?” tanyanya suatu kali.

Kesempatan ini saya gunakan untuk kembali menjelaskan bahwa tiap keluarga memiliki peraturan yang berbeda, karena ini rumah Papa dan Mama, maka yang berlaku adalah peraturan Papa dan Mama, bukan Papa yang lain.

Kejam? Ya!

Jangan Bantu Mereka

Insting kita sebagai orang tua adalah melindungi anak-anak, menjaga mereka supaya mereka tetap merasa aman. Tapi, ada kalanya tindakan kita yang terlalu menjaga, telah menjerumuskan mereka menjadi anak-anak yang kurang gigih dan mudah menyerah.

Secara tidak sadar, dari kecil kita sudah terlalu menjaga mereka, terkadang dengan alasan untuk kita sendiri. Kita tidak membiarkan mereka makan sendiri karena kita malas untuk membersihkan nasi dan lauk yang berantakan di lantai, padahal anak-anak sedang dalam proses belajar. Kita selalu memakaikan baju untuk mereka, karena kita ingin cepat-cepat kembali melanjutkan nonton drama korea. Atau membantu mengerjakan PR mereka, karena anak yang kecil sudah mulai menangis.

Hal-hal inilah yang terkadang menjadi bumerang untuk kita ketika anak-anak sudah mulai besar. Kita mengharapkan mereka untuk mandiri, padahal kita sendiri yang membuat mereka terus bergantung kepada kita. Jadi, berhenti membantu mereka. Biarkan anak-anak melakukan proses belajar dengan cara mereka sendiri, walaupun lambat, tidak sempurna, dan membuat kita menjadi lebih repot. Biarlah, namanya juga belajar kan?

Sopan santun adalah harga mati

Percuma saja kalau pintar selangit tapi tidak memiliki sopan santun yang mumpuni. Jadi, kalau kita tidak ingin anak-anak tumbuh menjadi seperti itu, ada baiknya kita mulai sedini mungkin dari rumah. Kebiasaan-kebiasaan yang dilakukan sejak kecil di rumah seperti;

Tidak memotong pembicaraan orang lain seenaknya

Menyapa dan menyalam orang yang lebih tua

Menggunakan kata-kata yang baik dalam bicara

Melihat lawan bicara

Menunjukkan sikap dan gestur tubuh yang baik

Menjawab ketika ditanya

Menghargai orang lain

Tidak membeda-bedakan teman

dll

Mungkin terdengar berlebihan, tapi jika sudah menjadi kebiasaan, hal-hal ini akan menjadi bagian tak terpisahkan dari karakter anak-anak kita sampai dewasa nanti. Kita bisa terus ingatkan dan latih anak-anak untuk selalu memiliki sopan santun.

Kontrol penggunaan internet dan gadget

Kebutuhan akan internet dan gadget sudah tidak lagi dapat dibendung, tapi bagaimana kita menggunakan kedua hal itu secara baik dan positif, tergantung di tangan kita sebagai orang tua. Adalah mutlak memberikan pendampingan untuk anak-anak kita dalam menggunakan gadget, pemilihan game atau video yang akan ditonton. Sesuaikan dengan apa tujuan kita memberikan keistimewaan ini kepada anak-anak. Pembatasan waktu juga mutlak dilakukan. Tapi sebelum kita meminta anak-anak untuk melakukan hal ini dan itu, ada baiknya kita juga berkaca terlebih dahulu, mengevaluasi bagaimana dan seberapa lekat kita pada gadget kita sendiri.

Maaf, tolong, dan terima kasih

Saya biasanya tidak akan menggubris anak saya, jika ia meminta sesuatu dengan cara yang tidak sopan walaupun mungkin mereka tidak bermaksud demikian. Seperti karena terlalu asyik main gadget, ia tiba-tiba bilang: “Susuuu”. Saya tidak menjawab pun pura-pura tidak mendengar. Dan ketika ia bertanya, “Susuku mana, Ma?”, saya pun bertanya balik, “Memang tadi kamu bicara dengan siapa? Mama? Mama, nggak ada dengar kamu panggil Mama tadi.”

Lalu ia pun menyadari kesalahannya dan bilang, “Mama, tolong buatkan susu, Ma.”. Barulah saya membantunya, dan biasanya ia tidak lupa mengucapkan terima kasih, jika diawal sudah ditegur. Begitu pula dengan meminta maaf, yang kita sendiri orang dewasa, mengerti sekali betapa sulitnya kata maaf terucap dari mulut. Dengan membiasakan meminta maaf dari rumah, bahkan untuk hal-hal kecil pun akan berarti banyak. Kita sebagai orang tua juga tidak boleh gengsi meminta maaf kepada anak-anak jika memang kita melakukan kesalahan.

Biarkan mereka merasakan kehilangan

Kehilangan adalah salah satu kondisi yang tidak mengenakkan untuk dirasakan. Merasakan kehilangan mainan kesayangan karena keteledoran anak sendiri, kehilangan hewan peliharaan, atau kehilangan uang jajan disekolah. Kita sebenarnya bisa saja langsung mengganti apa yang hilang atau rusak, tapi anak tidak akan belajar bagaimana menangani rasa kehilangan. Ajak anak bicara soal ini, dan biarkan mereka menata perasaannya sendiri, Mereka akan belajar lebih menghargai apa yang dimiliki, jika mereka pernah merasakan kehilangan. Begitu juga dengan kita kan?

Diluar tindakan-tindakan ‘tidak asyik’ yang kita lakukan ini, terdapat hal besar yang kita ingin capai, yang mungkin tidak atau belum bisa terlihat oleh anak-anak.

Jangan lupa berikan tetap anak-anak pujian, pelukan, ciuman, atau reward jika mereka melakukan hal-hal baik. Bagaimana? Sudah siap jadi orang tua yang tidak asyik?

Menjadi ibu yang tidak asyik, yang tidak hanya memberikan apa-apa yang disenangi oleh anak, tapi juga mendidik dan mengajarkan pada anak, bahwa kelak dia harus punya karakter yang tangguh.

Sumber http://tuturma.ma/2017/02/16/cara-menjadi-ibu-paling-tidak-asyik-sedunia/

Perlengkapan Bayi | Kursi Bonceng Anak | Kolam Renang Bayi | Baby Beanbag

Artikel Terkait:

Produk terbaru

Rp 120.000
Order Sekarang » SMS : 0815-1483-2773
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
Nama BarangKursi Bonceng Expro Anak Matic Kiddy Karakter Cars
Harga Rp 120.000
Lihat Detail
Rp 75.000
Order Sekarang » SMS : 0815-1483-2773
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
Nama BarangSwimtrainer Planes
Harga Rp 75.000
Lihat Detail
Rp 75.000
Order Sekarang » SMS : 0815-1483-2773
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
Nama BarangSwimtrainer Princess
Harga Rp 75.000
Lihat Detail
Rp 75.000
Order Sekarang » SMS : 0815-1483-2773
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
Nama BarangSwimtrainer Pooh
Harga Rp 75.000
Lihat Detail
Rp 75.000
Order Sekarang » SMS : 0815-1483-2773
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
Nama BarangSwimtrainer Mickey Mouse
Harga Rp 75.000
Lihat Detail
Rp 32.000
Order Sekarang » SMS : 0815-1483-2773
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
Nama BarangSari Bubuk Kedelai & Kacang Hijau Daun Katuk Afis Life Untuk Ibu Menyusui
Harga Rp 32.000
Lihat Detail
Rp 65.000
Order Sekarang » SMS : 0815-1483-2773
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
Nama BarangKreatif Block Isi 136pcs
Harga Rp 65.000
Lihat Detail
Rp 115.000
Order Sekarang » SMS : 0815-1483-2773
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
Nama BarangMainan Bunchems Isi 400pcs
Harga Rp 115.000
Lihat Detail

Informasi

Mainan adalah barang yang tanpa ada garansi dari pabrik, kami selalu mengecek kelengkapan dan test semua fungsi sebelum barang dikirim.
Semua mainan tiupan, pelampung dan kolam,barang tidak dites dan tidak ada garansi kebocoran. kami sarankan utk beli lem utk mengatasi kebocoran.

Rekening Bank

0885556634 Beti Bistiorini
1410011479581 Beti Bistiorini
0219739261 Beti Bistiorini
058301010645509 Beti Bistiorini