Senin - Sabtu 08.00 - 16.30 || Minggu 09.00 - 16.00 || HP/Wa 0815-1483-2773

Jangan Cuma Mikir Gengsi, Perhatikan Juga Dampak Terlalu Dini Menyekolahkan Anak

Wednesday, June 21st 2017.

“Namanya siapa?”

Begitu pertanyaan pertama yang jamak terlontar dari mamah muda jika bertemu bayi atau balita lain. Nalurinya sebagai sesama mamah muda terpupuk untuk selalu kepo kemudian.

school-daze-4-easy-tips-for-getting-your-kids-to-sleep

“Umurnya berapa? Udah sekolah belum? Ini Mas Arya mau sekolah..”

Dalam situasi seperti ini, biasanya ada tipe mamah muda yang senang ditanya seperti itu karena menganggapnya sebagai tanda perhatian. Tapi ada pula yang mak deg.

Kepenginnya jawab, “Udah doooong. Sekolahnya kan masuk jam 8, Tante..” Tetapi kenyataannya anaknya masih belum mau sekolah. Masih nempeel terus sama emaknya.

Di lain tempat, ada mamah muda yang sudah menitip-sekolahkan anaknya yang berumur 2 tahun. Jika sejawatnya mulai bertanya, “Sekolahnya dimana? Biayanya berapa?“

Dengan senang hati ia akan berbagi.. “Kemarin tu daftar habisnya 10juta, Tante.. Ntar bulanannya masih bayar 850ribu. Tapi gapapa lah, apa sih yang enggak buat anak.”

“Wah, mahal juga ya.”

“Mahal tapi sebanding lah sama fasilitasnya, Tante.. Disana banyak mainan, yang ngajar lulusan sarjana, anak juga enjoy bisa main sama temen-temennya.”

“Apaaahh…?? Usia dua tahun sudah disuruh sekolah…. Duh, Nak…,“ batin saya.

Di era sekarang, dimana semakin sulit mencari asisten rumahtangga, daycare [tempat penitipan anak] menjadi alternatif  pilihan. Bagi mamah muda beranak banyak -lebih dari satu- atau mamah muda bekerja, adanya daycare membuat ia merasa sangat terbantu.

Pekerjaan kantor tak terganggu. Yang dagang online bisa balesin order satu per satu. Di rumah tetep bisa nyuci baju juga menyapu. Tidak ada rengekan ditengah ia bergumul dengan tumpukan piring kotor. Mandi pun nyaman, tak ada yang menggedor pintu dari luar dan berteriak “Bundaaa, udah belooom..”

Menyekolahkan anak diusianya yang masih dini pada akhirnya menjadi tren.

Bagi bunda yang mau menyekolahkan balitanya, perlu pandai memillih daycare. Perlu pula menyiapkan anaknya untuk beradabtasi dengan lingkungan baru. Tapi sebelum memulai tahapan baru untuk balita kita tersayang, ada pertanyaan yang perlu ditemukan jawabannya. Apa yang kita inginkan ketika si kecil  berada di daycare? Jawaban pertanyaan ini akan memandu kita dalam mengambil keputusan berikutnya.

Misal ketika si kecil mogok sekolah. Kalau kita ingin anak kita terfasilitasi bermainnya dengan masuk sekolah, tapi ternyata si kecil rewel ga mau masuk, sesungguhnya ia punya hak untuk tetap bersama bundanya di rumah.

Seperti yang kita tahu, balita memang perlu banyak dekapan hangat dari bunda agar ia tumbuh jadi anak yang punya kepercayaan diri. Mainan terbaik bagi balita adalah anggota tubuh bunda. Jadi jika ia meminta untuk main di rumah, why not? 

Selanjutnya jika di awal masuk daycare si anak mengalami kesulitan adaptasi, bunda yang baik akan mendampingi anak melewati masa sulit itu. Misal si anak belum merasa dekat dengan guru atau kawannya di sekolah. Maka ibu perlu membantunya merasa dekat. Bunda bisa mengajak ngobrol ibu guru selepas sekolah. Hal ini perlu agar guru mengenal betul watak dan kebiasaan si anak sehingga guru bisa memperlakukan anak kita dengan tepat.

Bersekolah dini bukan buat gengsi.

Ini adalah tahapan penting di awal kehidupan anak kita. Mamah muda juga perlu tahu bahwa ada efek yang tidak diinginkan. Mungkin saat ini belum ada efek negatif apapun. Tetapi di masa depannya, ia yang terlalu dini disekolahkan, ada kemungkinan bisa mengalami kebosanan dalam bersekolah. Bosan belajar. Efek paling parah, anak bisa mengalami trauma, tidak mau lagi bersekolah. Bahkan anti dengan kata se-ko-lah.

Saya jadi teringat dulu sewaktu kecil. Ceritanya dulu saya ini termasuk anak yang terlalu dini masuk sekolah. Usia lima tahun sudah masuk sekolah dasar, padahal aturannya kan tujuh tahun. Alhasil, sebenarnya masih masa-masa bermain-main, tapi selalu dipaksa untuk belajar. Dan puncaknya pada masa SMP, saya merasa begitu malas buat sekolah. Rasanya sudah capek. Cukup.

“Aku sudaaaaah lelaaaaaahhhhhh……” ingin teriak begitu. Karena dorongan orang-orang terdekatlah saya bisa tetap mau menyelesaikan studi hingga jenjang perguruan tinggi. Tapi itu semua menjadi pengalaman yang tidak ingin saya ulangi pada anak-anak saya.

Nah, kasus seperti saya ini banyak terjadi.

Mamah-mamah yang terlalu buru-buru menyekolahkan anaknya. Mungkin pada saat ini kita bisa melihat anak yang “lebih cerdas” dari anak sebayanya. Tampak hebat.

Usia tiga tahun sudah bisa ini itu. Namun bila tidak disikapi dengan bijak, Mah, dampak buruknya akan terlihat pada saat masa remaja dan dewasanya kelak.

Lalu apa yang perlu kita lakukan agar hal itu tidak terjadi?

Mintalah trial (uji coba) pada daycare satu atau dua pertemuan sebelum mendaftar.

Ada beberapa daycare yang memang menawarkan trial pada calon murid. Namun ada pula yang tidak. Maka bunda perlu meminta trial satu atau dua kali agar tahu bagaimana respon anak. Mungkin ada daycare yang cocok untuk seorang anak, tapi belum tentu cocok untuk anak kita. Tentu pihak sekolah yang paham pentingnya masa percobaan akan memberi kesempatan anak untuk melakukan perkenalan dulu.

Kenali siapa gurunya.

Dalam proses bermain dan belajar, guru adalah sosok yang menjadi pembimbing sekaligus contoh bagi murid. Sehingga mengenal guru menjadi hal penting terlebih ia akan diharapkan menjadi orang kepercayaan kita dimasa tumbuh kembang awal anak kita. Dekat dengan guru menjadikan anak kita lebih mudah beradabtasi dan rela ditinggal oleh kedua orang tuanya. Anak akan merasa ada yang siap menerima pelukan dan bersedia menyediakan pangkuan disaat bunda tidak ada.

Kenali siapa kawan-kawannya di sekolah.

Teman sebaya adalah salah satu media bermain dan belajar. Anak kita bukan hanya belajar dari guru dan permainan yang ada di sekolah, tetapi ia juga akan belajar dari temannya. Bunda bisa sesekali melihat dan mengamati kegiatan di sekolah agar tahu siapa saja teman anak anda. Sangat baik bila bisa playdate (bermain bersama diluar) dengan teman dekat anak anda di sekolah sesekali waktu. Dengan begitu ia akan merasa nyaman berada di daycare.

Bila bunda perlu daycare untuk saat-saat yang dibutuhkan saja, maka bunda bisa pilih daycare yang melayani penitipan secara harian.

Bunda yang bekerja di rumah, yang biasanya menemani buah hatinya di rumah, tidak khawatir jika ada keadaan tertentu harus meninggalkan si kecil. Bunda bisa percayakan daycare untuk mengurus anaknya. Sekolah yang menyediakan fasilitas titip harian, pembayarannya dilakukan setiap akhir bulan. Meski biaya per hari lebih mahal daripada masuk bulanan, tetapi kebutuhan bunda untuk mengurus si kecil bisa terbantu. 

Selalu ingat ya Bunda, bahwa bukan sekolahnya yang penting, tapi bagaimana anak bersekolah. Apakah anak senang? Apakah tumbuh kembangnya terjaga dengan baik? Dan perhatikan juga bahwa pada anak usia dini bukan berarti mesti dituntut bisa ini itu, tapi biasakan dulu anak senang belajar.

Sumber http://tuturma.ma/2016/11/19/jangan-cuma-mikir-gengsi-perhatikan-juga-dampak-terlalu-dini-menyekolahkan-anak/

Perlengkapan Bayi | Kursi Bonceng Anak | Kolam Renang Bayi | Baby Beanbag

Artikel Terkait:

Produk terbaru

Rp 120.000
Order Sekarang » SMS : 0815-1483-2773
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
Nama BarangKursi Bonceng Expro Anak Matic Kiddy Karakter Cars
Harga Rp 120.000
Lihat Detail
Rp 75.000
Order Sekarang » SMS : 0815-1483-2773
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
Nama BarangSwimtrainer Planes
Harga Rp 75.000
Lihat Detail
Rp 75.000
Order Sekarang » SMS : 0815-1483-2773
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
Nama BarangSwimtrainer Princess
Harga Rp 75.000
Lihat Detail
Rp 75.000
Order Sekarang » SMS : 0815-1483-2773
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
Nama BarangSwimtrainer Pooh
Harga Rp 75.000
Lihat Detail
Rp 75.000
Order Sekarang » SMS : 0815-1483-2773
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
Nama BarangSwimtrainer Mickey Mouse
Harga Rp 75.000
Lihat Detail
Rp 32.000
Order Sekarang » SMS : 0815-1483-2773
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
Nama BarangSari Bubuk Kedelai & Kacang Hijau Daun Katuk Afis Life Untuk Ibu Menyusui
Harga Rp 32.000
Lihat Detail
Rp 65.000
Order Sekarang » SMS : 0815-1483-2773
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
Nama BarangKreatif Block Isi 136pcs
Harga Rp 65.000
Lihat Detail
Rp 115.000
Order Sekarang » SMS : 0815-1483-2773
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
Nama BarangMainan Bunchems Isi 400pcs
Harga Rp 115.000
Lihat Detail

Informasi

Mainan adalah barang yang tanpa ada garansi dari pabrik, kami selalu mengecek kelengkapan dan test semua fungsi sebelum barang dikirim.
Semua mainan tiupan, pelampung dan kolam,barang tidak dites dan tidak ada garansi kebocoran. kami sarankan utk beli lem utk mengatasi kebocoran.

Rekening Bank

0885556634 Beti Bistiorini
1410011479581 Beti Bistiorini
0219739261 Beti Bistiorini
058301010645509 Beti Bistiorini