Senin - Sabtu 08.00 - 16.30 || Minggu 09.00 - 16.00 || HP/Wa 0813-3450-6424

“Kalau Adek Bayi Lahir, Aku Gak Punya Bunda Lagi ya?”

Monday, July 10th 2017.

“Bunda, kalau dedek bayi lahir, aku nggak punya Bunda lagi ya…?”

Itu yang ditanyakan anakku, Livia, saat aku hamil trisemester pertama anak ke dua. Geli sendiri aku dibuatnya. Anakku berpikir bahwa bundanya akan direbut anak yang baru akan lahir. Ia iri, sekaligus takut.

Namun, hal tersebut merupakan tanda bahwa Livia belum memahami, tentang akan hadirnya anggota baru.

Ternyata persiapan melahirkan anak ke dua sangat complicated yah? Bukan cuma menyiapkan mentalku dan suami, tapi juga menyiapkan mental anak pertama.

Berbagai cara aku lakukan untuk memberi pengertian, bahwa dia akan punya teman kecil di rumah. Empat tahun jarak kelahiran dengan adiknya. Ku pikir akan lebih mudah menguatkan mental Livia, ternyata tidak semudah yang ku kira.

mengharukan-reaksi-6-kakak-laki-laki-saat-pertama-kali-gendong-adik-perempuannya

Namun, pemahaman yang terbatas dikarenakan usia memunculkan pemikiran Livia diluar harapan. Barulah aku sadar, bahwa Livia harus diberi pemahaman secara pelan-pelan dan sesuai usianya. Usaha ini, aku lakukan demi menghidari hal-hal yang kurang diinginkan pasca kelahiran sang adik.

Apa saja sih hal-hal itu, ini lho yang aku kuatirkan. Ini lho;

Merasa aneh dengan adiknya

Selama beberapa tahun, Livia pastilah full mendapat perhatian dari Bunda dan Ayah tanpa terbagi. Kehadiran sang adik harus diperkenalkan sedini mungkin. Agar Livia paham bahwa ada anggota baru dikeluarga.

Merasa kurang diperhatikan

Jika sebelum mempunyai adek, Bunda maupun Ayah dapat menemai Livia kapan saja tanpa ada yang mengganggu. Ketika punya adik, Livia harus paham hal ini meski tetap dalam pengawasan orangtua.

Melawan.

Perubahan karakter yang cukup ekstrim dapat pula terjadi. Mungkin sebelumnya si kecil termasuk anak yang penurut, atau pendiam, tapi kemudian berubah secara drastis menjadi anak yang suka melawan. 

Muncul rasa iri

Muncul rasa iri ini, sering kita jumpai pada perubahan kebiasaan dan sikap anak yang baru saja mempunyai adik. Rewel, marah-marah tanpa sebab, mencari perhatian lebih, meminta hal-hal yang harus wajib dituruti, sampai dengan melakukan hal-hal yang dapat mengusik si adek.

Duh, tidak mau kan punya anak lagi tapi kok malah kakaknya nanti sering nakal sama adeknya karena iri. Nah, untuk menghindari hal di atas, aku mengedukasi, menyiapkan mentalnya dengan langkah sebagai berikut:

Pertama, memberikan wejangan. Memahamkan siapa adik itu? Muncul dari mana? Apa saja sikap yang baik jika punya adik? Mainan apa yang baik buat adik? Dan masih banyak lagi contoh membangun pemahaman untuk Livia. Langkah ini aku lakukan tiap hari dan tidak  terhitung berapa kali dalam sehari. Berbagai aktifatas anak selalu aku sisipin wejangan.

Kedua, dalam memahamkan aku sering menggunakan alat peraga. Semacam boneka ataupun gambar-gambar. Aku peragakan di depan Livia cara menggendong bayi, menyuapi, memandikan tidak lupa juga aku minta dia buat melakukan hal yang sama. Maksudnya, agar dia mengetahui aktifitas ibunya pasca adik bayi lahir.

Ketiga, aku ajak Livia main ketempat teman yang mempunyai anak bayi, agar dia tahu bahwa nantinya dia akan punya adik yang hampir serupa dengan anak teman. Terkadang aku gendong sebentar dan aku ajak pulang bayi tetangga. Agar aku mengetahui respon Livia jika aku berkatifitas dengan anak lain.

Keempat, tetap bermain bersama Livia dan sesekali aku minta dia buat mengerjakan hal sederhana untuk calon adiknya yang masih di perut. Mencium, mengelus, berbicara bahkan bercerita.

Kelima, aku selalu menghindari menceritakan kondisi yang mengarah ke suasana kurang positif ke Livia. Meski serepot, secapek atau semual apapun, aku tetap menemani aktivitas dia.

Keenam, aku ajak Livia mendoakan si adek yang masih didalam perut. Meski masih dibimbing, ini merupakan cara mendekatkan batin antara kakak dan adik.

Ketujuh, aku libatkan Livia saat kita mempersiapkan perlengkapan yang dibutuhkan untuk kelahiran bayi ataupun perlengkapan harian bayi. Tunjukan beberapa pakaian second miliknya yang nantinya dipakai sang adik, akan membuat dia bangga.

Kedelapan, Livia selalu aku bawa ke Puskesmas ataupun dokter saat periksa kehamilan. Dia bisa melihat gambar lewat monitor pergerakan janin. Atau hanya sekedar mendengar detak jantung.

Kesembilan, libatkan anggota keluarga yang lain seperti nenek atau tante, jika Hari Perkiraan Lahir (HPL) sudah dekat. Aku berikan pengertian kepada Livia, bahwa dia akan ditinggal sebentar dirumah bersama nenek atau tante saat si dedek akan lahir. Gunakan kalimat yang menyenangkan, agar dia tidak kecewa saat tak diajak pergi. Sebelum aku masuk ke rumah sakit, semua keperluan dia aku siapkan. Seperti camilan, perlengkapan sekolah, hingga baju ganti hingga mainan.

Point di atas aku lakukan dengan senang. Itu usaha yang sudah aku lakukan dan tinggal menunggu hasilnya. Waktu hari kelahiran tiba, saatnya aku focus ke si jabang bayi. Livia yang sudah mulai paham dapat mengurangi sedikit ketegangan aku dalam menjalani persalinan.

Lega rasanya sudah melalui hal yang sedikit menegangkan. Melahirkan si kecil sembari meninggalkan Livia yang sudah terbiasa dengan aku. Kan tetapi, hal ini belum aku nyatakan sukses sepenuhnya. Masih ada kekhawatiran ketika Livia belum bertemu adiknya. Kala itu, aku sangat menunggu responnya pertama kali bertemu si adek. Campur aduk rasanya, neneknya sengaja aku minta mengantarkan Livia ke rumah sakit.

Aahhh… lega rasanya melihat senyum manis Livia. Terharu rasanya melihat Livia mencium si adek. Lepas itu, karena si adik masih tertidur, kesempatan aku untuk becanda sebentar bersama Livia.

Waktu itu, belum ada perbedaan sikap yang mengarah ke hal yang kurang menyenangkan. Karena aku rasa jurus pengarahan ke Livia berhasil, saatnya memberikan hadiah buat dia. Bukan dalam bentuk materi, yang akan aku berikan. Tapi kasih sayang serta perhatian yang akan dilebihkan porsinya selama si adek dapat berkompromi. Si Ayah pun aku minta untuk memberikan perhatian Livia sebelum bermain dengan si adek.

Hingga saat ini ketika Livia berusia 6 tahun dan si adek 2 tahun, aku tidak ada kendala dalam mengasuhnya. Kecemburuan Livia kepada adik tidak ada sama sekali. Dua anak yang berjarak lahir 4 tahun sangatlah rukun.

Sumber http://tuturma.ma/2016/10/27/kalau-adek-bayi-lahir-aku-gak-punya-bunda-lagi-ya/

Perlengkapan Bayi | Kursi Bonceng Anak | Kolam Renang Bayi | Baby Beanbag

Artikel Terkait:

Produk terbaru

Rp 100.000
Order Sekarang » SMS : 0813-3450-6424
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
Nama BarangKolam Renang Anak Bestway Fill N Fun 55028
Harga Rp 100.000
Lihat Detail
Rp 135.000
Order Sekarang » SMS : 0813-3450-6424
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
Nama BarangKolam Renang Anak Bestway Tanpa Tiup 55029
Harga Rp 135.000
Lihat Detail
Rp 95.000
Order Sekarang » SMS : 0813-3450-6424
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
Nama BarangBan/Pelampung Renang Anak Angsa Swan Pink
Harga Rp 95.000
Lihat Detail
Rp 95.000
Order Sekarang » SMS : 0813-3450-6424
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
Nama BarangBan/Pelampung Renang Anak Angsa Swan Putih
Harga Rp 95.000
Lihat Detail
Rp 100.000
Order Sekarang » SMS : 0813-3450-6424
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
Kode2630
Nama BarangKolam Inflatable Pool Hello Kitty 90 40
Harga Rp 100.000
Lihat Detail
Rp 125.000
Order Sekarang » SMS : 0813-3450-6424
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
Nama BarangKolam Renang Anak & Bayi Pelangi Bestway 51103B 3Ring Uk152
Harga Rp 125.000
Lihat Detail
Rp 95.000
Order Sekarang » SMS : 0813-3450-6424
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
Nama BarangKolam Renang Anak & Bayi Pelangi Bestway 51104B 3Ring Uk102
Harga Rp 95.000
Lihat Detail
Rp 155.000
Order Sekarang » SMS : 0813-3450-6424
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
Nama BarangKolam Renang Anak & Bayi Pelangi Bestway 51117 4Ring Uk157
Harga Rp 155.000
Lihat Detail

Informasi

Mainan adalah barang yang tanpa ada garansi dari pabrik, kami selalu mengecek kelengkapan dan test semua fungsi sebelum barang dikirim.
Semua mainan tiupan, pelampung dan kolam,barang tidak dites dan tidak ada garansi kebocoran. kami sarankan utk beli lem utk mengatasi kebocoran.

Rekening Bank

0885556634 Beti Bistiorini
1410011479581 Beti Bistiorini
0219739261 Beti Bistiorini
058301010645509 Beti Bistiorini