Senin - Sabtu 08.00 - 16.30 || Minggu 09.00 - 16.00 || HP/Wa 0815-1483-2773

Kenapa Perkataan Mamah Seringkali Tidak Dipahami Anak?

Thursday, June 15th 2017.

“Aku mau beli sepeda lipatnya sekarang aja Ma,” ujar si sulung tiba-tiba. Si mama pun melirik sinis, “Meh… apa maksudnya ni bocah? Gak ada angin gak ada hujan main beli-beli sepeda aja,” batinnya.

“Lha bukannya dulu perjanjiannya sepeda lipat jadi hadiah buat sunat?” Lanjut si mama.

“Iya, tapi aku pengennya beli sepedanya sekarang,” balasnya sambil mimbik-mimbik.

Oke. Mama pun bersiap siaga pasang kuda-kuda terkokohnya untuk… c e r a m a h!

Haha.

“Ber… kamu tau nggak, mama itu gak suka Berry kaya gini. Kamu pengen sepeda lipat karena si anu juga punya sepeda lipat kan? Itu namanya cuma emosi sesaat. Nafsu aja. Kan sepeda Berry masih ada, masih bagus, baru aja dipermak pula. Mama itu takut kalau mama turutin semua mau kamu, kamu nanti jadi nggampangke. Bukannya mama gak sayang kamu… Mama cuma pengen Berry itu bisa  merasa ‘cukup’. Bisa bersyukur. Gak akan ada habisnya kalau nurutin emosi aja. Ntar temenmu punya motor baru kamu pengen, temenmu punya mobil baru kamu pengen. Bisa-bisa aja sih mama kasih kamu sepeda sekarang juga, tapi nanti kamu jadi kurang menghargai yang kamu peroleh. Gak setiap waktu mama bisa terus nurutin maunya kamu. Nanti kalau pas gak bisa, kamunya jadi sedih, kecewa… Hatimu jadi sakit,  gak bahagia.” Bla bla bla bla….

(Si mama mulai lupa bahwa yang sedang ia ajak bicara adalah bocah yang usianya belum genap 7 tahun).

Dia pun diam saja mendengar celoteh mamanya yang super panjang, absurd dan membosankan itu.

Setelah puas memuntahkan segala rupa kalimat-kalimat yang terlihat wah itu, melihat si bocah yang hanya diam (yang diartikan si mama sebagai paham) dan merasa sudah memenangkan pertempuran, mama pun melenggang santai pergi mandi.

Belum sampai 5 menit di kamar mandi, terdengar ketukan pintu. “Mah… mamah…”

“Apa sih Ber?” Jawab mama sebal

AKU MAU BELI SEPEDA LIPAT SEKARANG!

Whaattt…???? Gubrak!! Mama membuka sedikit pintu kamar mandi dan mengeluarkan jurus tatapan setajam siletnya. “Astagaaaa, jadi kamu sedari tadi nggak mudeng mama ajak ngomong apa?” Teriak mama.

“Hah? Yang Apa mah?” Jawabnya dengan muka yang beneran gak ngeh.

“Yang mama omongin panjang lebar ke kamu barusan itu kamu gak ngerti?” Mama mulai nge-gas.

“Enggak. Maunya aku beli sepeda sekarang!” Jawabnya mulai emosi.

Mama speechless dan langsung banting pintu. Si bocah hopeless dan langsung menggerutu.

TAMAT

Familiar dengan kejadian-kejadian seperti itu Mams? Sudah kadung berbusa-busa menasihati anak dengan semangat 45, dan ternyata si anak sama sekali gak paham dengan apa yang kita ingin sampaikan?

Salah siapakah ini?

Ya jelas salahmu Mbok, Simbok…

Emosi, nafsu, nggampangke, merasa ‘cukup’, bersyukur, kurang menghargai, hati sakit, kecewa, bahagia dkk….

Apakah kau pikir kata-kata abstrak nan sundhul langit seperti itu dipahami oleh bocah kecilmu yang belum genap 7 tahun, Ma?

Pernahkah kau berfikir bahwa akalnya belum mampu mencerna makna dari kalimat-kalimat sok bijaksana yang kau sampaikan tadi?

Ini yang kadang sering kita lupakan, bahwa ada tingkatan-tingkatan kemampuan anak dalam memahami persoalan yang berkembang seiring dengan pertambahan usia. Ketika tingkatan itu belum tercapai, mau sengotot apapun kita jelaskan, mereka tak akan bisa menangkap pesan kita secara utuh. Mungkin memahami hanya sepotong-sepotong atau bisa jadi tak paham sama sekali. Dan hal-hal seperti ini rentan menimbulkan konflik dan kesalahpahaman antara anak dengan orangtuanya.

Sehari setelah percakapan itu baru saya sadari kesalahan yang saya lakukan.

Sebenarnya tak perlu saya keluarkan energi sebesar itu untuk menasihatinya. Seharusnya saya cukup mengatakan: “Belum bisa Ber… kan Berry dulu sudah setuju kalau sepeda lipatnya Mama kasih setelah Berry sunat. Jadi ya berry harus bersabar.” T i t i k.

Gak perlulah bawa-bawa emosi, kecewa, bersyukur, sakit hati dan bla bla bla itu yang justru mendistorsi pemahamannya.

Lalu kalau dia nangis karena keinginannya tak sampai?? Biarkan! Beri kesempatan dia untuk merasakan dan mengenali rasa kecewanya. Beri dia kepercayaan untuk bisa mengelola dan mengatasi kekecewaannya itu. Ajarkan ke anak bahwa tak semua yang dia inginkan hsrus dia dapatkan saat itu juga. Ajarkan dia untuk bersabar dan menepati komitmen yang disepakati bersama.

Kenalkan konsep-konsep tentang merasa ‘cukup’, bersyukur, jangan iri dan kawan-kawannya itu dengan bahasa yang sederhana dan mudah dipahami sesuai dengan tahapan perkembangannya tentu saja.

Tanpa kita sadari kadang kita terlalu banyak menghamburkan energi dan kata-kata hanya untuk memuaskan keinginan kita sendiri untuk banyak bicara dan ingin didengarkan. Akibatnya kita sering abai apakah pesan yang ingin kita sampaikan itu benar-benar sampai dan dipahami dengan baik oleh anak-ansk kita ataukah tidak.

Percayalah mams, akan tiba waktunya di mana anak-anak kita akan mampu memahami apa mau kita tanpa harus disertai adu mulut dan adu otot.

Sumber http://tuturma.ma/2017/02/24/kenapa-perkataan-mamah-seringkali-tidak-dipahami-anak/

Perlengkapan Bayi | Kursi Bonceng Anak | Kolam Renang Bayi | Baby Beanbag

Artikel Terkait:

Produk terbaru

Rp 120.000
Order Sekarang » SMS : 0815-1483-2773
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
Nama BarangKursi Bonceng Expro Anak Matic Kiddy Karakter Cars
Harga Rp 120.000
Lihat Detail
Rp 75.000
Order Sekarang » SMS : 0815-1483-2773
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
Nama BarangSwimtrainer Planes
Harga Rp 75.000
Lihat Detail
Rp 75.000
Order Sekarang » SMS : 0815-1483-2773
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
Nama BarangSwimtrainer Princess
Harga Rp 75.000
Lihat Detail
Rp 75.000
Order Sekarang » SMS : 0815-1483-2773
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
Nama BarangSwimtrainer Pooh
Harga Rp 75.000
Lihat Detail
Rp 75.000
Order Sekarang » SMS : 0815-1483-2773
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
Nama BarangSwimtrainer Mickey Mouse
Harga Rp 75.000
Lihat Detail
Rp 32.000
Order Sekarang » SMS : 0815-1483-2773
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
Nama BarangSari Bubuk Kedelai & Kacang Hijau Daun Katuk Afis Life Untuk Ibu Menyusui
Harga Rp 32.000
Lihat Detail
Rp 65.000
Order Sekarang » SMS : 0815-1483-2773
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
Nama BarangKreatif Block Isi 136pcs
Harga Rp 65.000
Lihat Detail
Rp 115.000
Order Sekarang » SMS : 0815-1483-2773
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
Nama BarangMainan Bunchems Isi 400pcs
Harga Rp 115.000
Lihat Detail

Informasi

Mainan adalah barang yang tanpa ada garansi dari pabrik, kami selalu mengecek kelengkapan dan test semua fungsi sebelum barang dikirim.
Semua mainan tiupan, pelampung dan kolam,barang tidak dites dan tidak ada garansi kebocoran. kami sarankan utk beli lem utk mengatasi kebocoran.

Rekening Bank

0885556634 Beti Bistiorini
1410011479581 Beti Bistiorini
0219739261 Beti Bistiorini
058301010645509 Beti Bistiorini