Senin - Sabtu 08.00 - 16.30 || Minggu 09.00 - 16.00 || HP/Wa 0813-3450-6424

Kisah Seorang Pendidik

Monday, February 9th 2015.

sinar matahari pagiTulisan yang sangat inspiratif buat kita khususnya sebagai seorang pendidik. Semoga bermanfaat.

Sebagai guru profesional dan berkepribadian
Tidak Ada Orang yang Tidak Memiliki Kompetensi
Dari kisah nyata seorang guru.Di suatu sekolah dasar, ada seorang guru yang selalu tulus mengajar dan selalu berusaha dengan sungguh-sungguh membuat suasana kelas yang baik untuk murid-muridnya.
Ketika guru itu menjadi wali kelas 5, seorang anak–salah satu murid di kelasnya– selalu berpakaian kotor dan acak-acakan. Anak ini malas, sering terlambat dan selalu mengantuk di kelas. Ketika semua murid yang lain mengacungkan tangan untuk menjawab kuis atau mengeluarkan pendapat, anak ini tak pernah sekalipun mengacungkan tangannya.
Guru itu mencoba berusaha, tapi ternyata tak pernah bisa menyukai anak ini. Dan entah sejak kapan, guru itu pun menjadi benci dan antipati terhadap anak ini. Di raport tengah semester, guru itu pun menulis apa adanya mengenai keburukan anak ini.
Suatu hari, tanpa disengaja, guru itu melihat catatan raport anak ini pada saat kelas 1. Di sana tertulis “Ceria, menyukai teman-temannya, ramah, bisa mengikuti pelajaran dengan baik, masa depannya penuh harapan,”
“..Ini pasti salah, ini pasti catatan raport anak lain….,” pikir guru itu sambil melanjutkan melihat catatan berikutnya raport anak ini.
Di catatan raport kelas 2 tertulis, “Kadang-kadang6 terlambat karena harus merawat ibunya yang sakit-sakitan,”
Di kelas 3 semester awal, “Sakit ibunya nampaknya semakin parah, mungkin terlalu letih merawat, jadi sering mengantuk di kelas,”
Di kelas 3 semester akhir, “Ibunya meninggal, anak ini sangat sedih terpukul dan kehilangan harapan,”
Di catatan raport kelas 4 tertulis, “Ayahnya seperti kehilangan semangat hidup, kadang-kadang melakukan tindakan kekerasan kepada anak ini,”
Terhentak guru itu oleh rasa pilu yang tiba-tiba menyesakkan dada. Dan tanpa disadari diapun meneteskan air mata, dia mencap memberi label anak ini sebagai pemalas, padahal si anak tengah berjuang bertahan dari nestapa yang begitu dalam…
Terbukalah mata dan hati guru itu. Selesai jam sekolah, guru itu menyapa si anak:
“Bu guru kerja sampai sore di sekolah, kamu juga bagaimana kalau belajar mengejar ketinggalan, kalau ada yang gak ngerti nanti Ibu ajarin,”
Untuk pertama kalinya si anak memberikan senyum di wajahnya.
Sejak saat itu, si anak belajar dengan sungguh-sungguh, prepare dan review dia lakukan dibangkunya di kelasnya.
Guru itu merasakan kebahagian yang tak terkira ketika si anak untuk pertama kalinya mengacungkan tanganya di kelas. Kepercayaan diri si anak kini mulai tumbuh lagi.
Di Kelas 6, guru itu tidak menjadi wali kelas si anak.
Ketika kelulusan tiba, guru itu mendapat selembar kartu dari si anak, di sana tertulis. “Bu guru baik sekali seperti Bunda, Bu guru adalah guru terbaik yang pernah aku temui.”

Enam tahun kemudian, kembali guru itu mendapat sebuah kartu pos dari si anak. Di sana tertulis, “Besok hari kelulusan SMA, Saya sangat bahagia mendapat wali kelas seperti Bu Guru waktu kelas 5 SD. Karena Bu Guru lah, saya bisa kembali belajar dan bersyukur saya mendapat beasiswa sekarang untuk melanjutkan sekolah ke kedokteran.”

Sepuluh tahun berlalu, kembali guru itu mendapatkan sebuah kartu. Di sana tertulis, “Saya menjadi dokter yang mengerti rasa syukur dan mengerti rasa sakit. Saya mengerti rasa syukur karena bertemu dengan Ibu guru dan saya mengerti rasa sakit karena saya pernah dipukul ayah,”
Kartu pos itu diakhiri dengan kalimat, “Saya selalu ingat Ibu guru saya waktu kelas 5. Bu guru seperti dikirim Tuhan untuk menyelamatkan saya ketika saya sedang jatuh waktu itu. Saya sekarang sudah dewasa dan bersyukur bisa sampai menjadi seorang dokter. Tetapi guru terbaik saya adalah guru wali kelas ketika saya kelas 5 SD.”

Setahun kemudian, kartu pos yang datang adalah surat undangan, di sana tertulis satu baris,
“Mohon duduk di kursi Bunda di pernikahan saya,”
Guru pun tak kuasa menahan tangis haru dan bahagia.

Sumber Artikel dari Milis

Jual Baju Bayi Surabaya | Perlengkapan Bayi Surabaya
Jual Mainan Anak di Surabaya | Jual Mainan Bayi di Surabaya

Artikel Terkait:

Produk terbaru

Rp 100.000
Order Sekarang » SMS : 0813-3450-6424
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
Nama BarangTas Bayi Snobby TPT 1673
Harga Rp 100.000
Lihat Detail
Rp 90.000
Order Sekarang » SMS : 0813-3450-6424
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
Nama BarangTas Bayi Snobby TPT 1672
Harga Rp 90.000
Lihat Detail
Rp 120.000
Order Sekarang » SMS : 0813-3450-6424
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
Nama BarangTas Bayi Snobby TPT 7902
Harga Rp 120.000
Lihat Detail
Rp 160.000
Order Sekarang » SMS : 0813-3450-6424
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
Nama BarangMainan Pasir Kinetik Sand
Harga Rp 160.000
Lihat Detail
Rp 38.000
Order Sekarang » SMS : 0813-3450-6424
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
Nama BarangMainan Bayi Ring Donat Bebek Musik 5 Susun
Harga Rp 38.000
Lihat Detail
Rp 200.000
Order Sekarang » SMS : 0813-3450-6424
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
Nama BarangBaby Car Seat Full Cushion Motif Hello Kitty
Harga Rp 200.000
Lihat Detail
Rp 200.000
Order Sekarang » SMS : 0813-3450-6424
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
Nama BarangBaby Car Seat Full Cushion Motif Farms
Harga Rp 200.000
Lihat Detail
Rp 200.000
Order Sekarang » SMS : 0813-3450-6424
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
Nama BarangBaby Car Seat Full Cushion Motif OWL
Harga Rp 200.000
Lihat Detail

Informasi

Mainan adalah barang yang tanpa ada garansi dari pabrik, kami selalu mengecek kelengkapan dan test semua fungsi sebelum barang dikirim.
Semua mainan tiupan, pelampung dan kolam,barang tidak dites dan tidak ada garansi kebocoran. kami sarankan utk beli lem utk mengatasi kebocoran.

Rekening Bank

0885556634 Beti Bistiorini
1410011479581 Beti Bistiorini
0219739261 Beti Bistiorini
058301010645509 Beti Bistiorini