Senin - Sabtu 08.00 - 16.30 || Minggu 09.00 - 16.00 || HP/Wa 0815-1483-2773

Papah Mamah, Sudahkah Kalian Ngobrol Tentang Anak-Anakmu?

Monday, June 19th 2017.

Pagi ini saya dikritik Istri.

Kritiknya tajam menghantam jantung pertahanan saya. Tentu saat istri saya mulai mengkritik, itu artinya masalah yang akan dia sampaikan amat sangat penting sekali. Jarang-jarang lho istri saya mengkritik. Apalagi pada saya, suaminya. Kalaupun dia mengkritik, dia lebih banyak mengkritik para mahasiswanya dulu.

ayah depresi

“Papah, sekarang beda. Gak kayak dulu lagi,” katanya.

Saya kaget mendengarnya. “Beda gimana?” pikir saya. Sepertinya tak ada yang berubah dalam diri saya. Lebih gendut, mungkin iya. Atau barangkali lebih ganteng. Tapi itu tidak saya katakan padanya. Saat istri bicara, lebih baik kita diam saja mendengarkan dengan khusyuk.

“Papah, udah gak ada waktu lagi buat main, ngobrol. Bahkan sekadar nanya aktivitas anak-anak aja udah jarang. Papah gak pernah nanyain anak-anak gimana,” katanya.

Oh, jadi begitu. Duh, tadinya saya pikir istri saya mau bilang kalau saya udah gak mau memperhatikan dia lagi. Ternyata istri saya memikirkan anak-anak.

Saya dengarkan omongan istri. Semuanya.

Walaupun pada dasarnya sebagai seorang pria yang gengsinya tinggi, dikritik istri itu sesuatu yang merendahkan harga diri. Bahkan kebanyakan suami kalau istrinya marah kadang balik marah, kadang saya alami itu juga. Tapi kali ini saya terima semuanya. Saya terdiam saja. Kadang memang kita harus diam mendengarkan kritik, diam tanpa membela diri dan mencari alasan apapun.

Pun mana berani saya melawan. Teringat akan kisah Khalifah Umar saat dimarahi istrinya. Ceritanya ada seorang sahabat yang tak sengaja tahu bahwa Umar bin Khattab sedang dimarahi istrinya. Umar yang gagah berani, hingga setan pun akan minggir saat dia lewat, ternyata hanya diam saja saat istrinya marah-marah.

Sahabat pun bertanya tentang sikap Umar itu. Umar bin Khattab RA kemudian tersenyum. Dia pun mengisahkan kepada lelaki itu mengapa Umar yang keras begitu sabar menghadapi istrinya.

“Wahai, saudaraku, aku tetap sabar menghadapi perbuatannya karena itu memang kewajibanku.”

Alih-alih menghardik istrinya, Umar malah menceritakan betapa besar jasa istrinya dalam kehidupannya di dunia. “Bagaimana aku bisa marah kepada istriku karena dialah yang mencuci bajuku, dialah yang memasak roti dan makananku, ia juga yang mengasuh anak-anakku, padahal semua itu bukanlah kewajibannya,” jawabnya.

Setelah semua dia katakan. Saya tak banyak membantah.

Saya peluk dia dan ucapkan terimakasih atas semuanya. Saya merasa beruntung dia masih ingatkan saya.

[ Tips nih buat para suami, saat istrimu berkata penting. Diam, dengarkan, jangan membantah. Setelah itu peluklah dia dan ucapkan terima kasih. Insya Allah, hubungan Anda akan makin harmonis. ]

Memang saya sadari, bahwa sudah hampir satu tahun ini, saya sibuk dengan pekerjaan. Pergi pagi pulang malam bahkan kadang sangat larut. Kadang pulang, semua sudah tertidur lelap.

Semoga jadi amal ibadah bagi para suami yang mencari nafkah. Aamiin.

Tapi kritikan istri saya ini benar adanya, saya memang sibuk bekerja. Selalu saja ada ajakan rapat malam-malam. Tiba-tiba. Berkedok agenda mendesak. Padahal dulu-dulu tak begini.

Sekali lagi istri saya benar, alasan saya sibuk bekerja tak berarti menggugurkan hak waktu anak-anak untuk bersama saya. Iya, anak-anak punya hak atas orangtuanya, salah satunya hak untuk membersamainya

Istri saya kembali mengingatkan saya bahwa mendidik anak itu tugas bersama, bukan tugas Ibu semata, tapi ini adalah tugas berdua.

Problem yang mungkin banyak dialami orangtua selama ini adalah tak pernah serius mengikuti perkembangan anaknya. Sebelum anak-anak dewasa atau bahkan menikah, anak-anak adalah tanggungjawab orangtuanya. Selama itu pula sebagai orangtua kita harus paham bagaimana perkembangan anak-anak kita.

Saya begitu takut membayangkan bagaimana zaman yang akan datang, yang akan dihadapi anak-anak kita nanti. Budaya buruk dari luar sudah tak terbendung lagi pada zaman digital ini.

Apalagi ketika anak-anak masih dalam fase golden age (1-7 tahun). Ini adalah fase krusial bagi perkembangan anak-anak kita.

Betapa banyak orangtua luput dan absen pada usia-usia penting ini. Betapa sedikit para Ibu dan Ayah berdiskusi berdua membicarakan perkembangan anaknya dari hari ke hari, minggu ke minggu, bulan ke bulan, bahkan tahun ke tahun.

Pada dasarnya setiap peristiwa yang dialami anak begitu berharga baginya. Ini adalah fase penanaman nilai yang menentukan masa depannya kelak.

Kadang kita orangtua harus menyediakan waktu “HANYA UNTUK MEMBICARAKAN ANAK-ANAK KITA.”

Waktu itu harus dibuat rutin sekali seminggu, sekali sebulan, yg penting rutin. Bahkan sekali-kali dibuat rapat keluarga, Ayah, Ibu dan Anak-Anak ada didalamnya.

Tentu saya dan istri terus belajar untuk menjadi orangtua yang baik. Saya sendiri belajar menjadi Ayah yang baik.

Ayah yang selalu mencoba berusaha untuk senantiasa hadir dalam setiap momen-momen penting perkembangan anak-anak saya.

Sumber http://tuturma.ma/2017/01/20/papah-mamah-sudahkah-kalian-ngobrol-tentang-anak-anakmu/

Perlengkapan Bayi | Kursi Bonceng Anak | Kolam Renang Bayi | Baby Beanbag

Artikel Terkait:

Produk terbaru

Rp 120.000
Order Sekarang » SMS : 0815-1483-2773
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
Nama BarangKursi Bonceng Expro Anak Matic Kiddy Karakter Cars
Harga Rp 120.000
Lihat Detail
Rp 75.000
Order Sekarang » SMS : 0815-1483-2773
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
Nama BarangSwimtrainer Planes
Harga Rp 75.000
Lihat Detail
Rp 75.000
Order Sekarang » SMS : 0815-1483-2773
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
Nama BarangSwimtrainer Princess
Harga Rp 75.000
Lihat Detail
Rp 75.000
Order Sekarang » SMS : 0815-1483-2773
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
Nama BarangSwimtrainer Pooh
Harga Rp 75.000
Lihat Detail
Rp 75.000
Order Sekarang » SMS : 0815-1483-2773
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
Nama BarangSwimtrainer Mickey Mouse
Harga Rp 75.000
Lihat Detail
Rp 32.000
Order Sekarang » SMS : 0815-1483-2773
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
Nama BarangSari Bubuk Kedelai & Kacang Hijau Daun Katuk Afis Life Untuk Ibu Menyusui
Harga Rp 32.000
Lihat Detail
Rp 65.000
Order Sekarang » SMS : 0815-1483-2773
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
Nama BarangKreatif Block Isi 136pcs
Harga Rp 65.000
Lihat Detail
Rp 115.000
Order Sekarang » SMS : 0815-1483-2773
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
Nama BarangMainan Bunchems Isi 400pcs
Harga Rp 115.000
Lihat Detail

Informasi

Mainan adalah barang yang tanpa ada garansi dari pabrik, kami selalu mengecek kelengkapan dan test semua fungsi sebelum barang dikirim.
Semua mainan tiupan, pelampung dan kolam,barang tidak dites dan tidak ada garansi kebocoran. kami sarankan utk beli lem utk mengatasi kebocoran.

Rekening Bank

0885556634 Beti Bistiorini
1410011479581 Beti Bistiorini
0219739261 Beti Bistiorini
058301010645509 Beti Bistiorini