Senin - Sabtu 08.00 - 16.30 || Minggu 09.00 - 16.00 || HP/Wa 0813-3450-6424

Para Mamah Muda, Ini Cara Saya Membangun Kebiasaan Positif Pada Anak

Friday, June 16th 2017.

Kebahagiaan yang sulit diungkapkan dengan kata – kata bagi pasangan muda setelah sekian waktu menikah adalah memiliki momongan. Benar begitu kan Mah? Apalagi sudah lama menikah, dan setiap momen kumpul keluarga selalu ditanya, “Eh, sudah punya anak belum? Berapa?”

 

Ini pertanyaan yang sensitif, namun masih saja banyak yang menanyakan. Bagi yang belum dikaruniai momongan, ingin sekali menghindar atau lari saja. Yang penting tidak hadir di acara kumpul keluarga besar.

membelai-anak

Alhasil, waktu liburan, waktu arisan keluarga, waktu lebaran adalah momen yang menjengkelkan. Hmm, maka bersyukurlah bagi yang telah dikaruniai momongan.

Saya sendiri sangat bersyukur hamilnya hanya sekitar tujuh bulan setelah menikah. Selanjutnya, setelah selisih 16 bulan, anak kedua telah lahir. Delapan bulan berikutnya, lahir anak ketiga.

Cepet kan Mah?

Awalnya kaget banget tahu kalau saya hamil lagi. Suami juga begitu. Kayaknya baru kemaren nikahnya, ini tiba – tiba anaknya sudah tiga. Kecil – kecil semua pula. Tapi ya dijalani saja. Sambil terus berdoa dan menyerahkan semuanya kepada Allah. Toh semua sudah ada yang mengatur. Mungkin inilah yang terbaik untuk kami saat ini. Begitu pikir saya.

PR besar bagi kami berikutnya bukan bagaimana memberi makan. Jadi, bukan cuma melahirkan anak saja, tapi memberi makan anak ini juga soal yang tak kalah rumit bukan? Nah, tambah rumit juga soal mendidiknya.

Kalau soal makan sih, gampang. Asal ada uang bisa beli bahan-bahan pokok yang terus saja naik. Tapi sih, Alhamdulillah, anak saya belum perlu makan pakai cabe. Bisa bangkrut nanti.

Yang tak kalah penting adalah gimana cara mendidik anak. Gimana menanamkan kebiasaan baik pada anak sejak dini. Gimana agar dia tumbuh jadi anak yang berkarakter mulia. Gitu lho.

Kebiasaan apa saja contohnya, Mah? Banyak banget kan kebiasaan positif itu.

Sekadar contoh nih; jabat tangan orang tua ketika mau pergi, mengucap salam, berdoa ketika mau melakukan aktivitas seperti makan, tidur, pergi, membuang sampah sembarangan, ingin ikut shalat kedua orang tuanya dan masih banyak lagi contohnya.

Nah, berikut beberapa langkah yang pernah kami lakukan untuk anak-anak. Dan sampai sekarang Alhamdulillah bisa berjalan dengan baik.

Pertama, harus jelas STANDAR yang disebut POSITIF itu seperti apa. Setiap orang dan setiap keluarga memiliki standar yang berbeda – beda, meskipun ada yang sama. Karena beda – beda itulah, antara papah dan mamah harus dibuat sama standarnya. Maka, papah dan mamah harus ngobrol menentukan standarnya seperti apa. Sebagai contoh misalnya masalah buang air kecil atau pipis.

Bagi satu keluarga, anak bisa bilang pengen pipis dan bisa pipis sendiri itu sudah prestasi. Meskipun pipisnya sembarangan, ada yang di samping rumah, depan rumah, depan teras atau tempat umum lainnya. Sedangkan bagi keluarga yang lain, standar positifnya soal pipis ini ya bisa pipis mandiri. Tapi tempatnya harus di kamar mandi, setelah pipis harus cebok, kemudian diguyur dengan banyak air. Ini baru dianggap berhasil.

Contoh lainnya adalah soal makan. Bagi sebagian keluarga, anak mau makan itu sudah prestasi, apapun jenis makanannya, dan bagaimanapun caranya.

Ini maksudnya, yang penting anak mau makan. Tidak terlalu peduli dengan makanan sehat atau tidak. Tidak terlalu peduli anak berdoa dulu. Tidak terlalu peduli apakah anak makan sambil lari – lari atau duduk. Bagi sebagian keluarga yang lain, standar anak yang baik soal makan itu ya dia mau makan makanan yang telah disediakan di rumah. Harus halal dan baik. Sebelum makan, anak harus berdoa dulu, makan pakai tangan kanan, duduk, perlahan, sampai habis dan berdoa setelah makan.

Standar positif ini sangat tergantung dengan nilai – nilai yang diyakini oleh seseorang. Oleh karena itu, standar positif ini harus sama antara papah dan mama. Jangan sampai papah standarnya begini, lha kok mamah standarnya begitu. Siapa nanti yang bingung? Yang bingung jelas anaknya. Anak akan melihat kedua orang tuanya tidak konsisten, jalan sendiri – sendiri dan tidak pernah akur karena selalu beda pendapat.

Kedua, harus jelas kebiasaan positif apa yang mau ditanamkan terlebih dahulu.    

Kalau yang pertama tadi harus jelas positif itu kayak gimana, sekarang kebiasaan positif apa yang hendak ditanamkan terlebih dahulu. Karena kebiasaan positif itu banyak banget, maka harus ada prioritas.

Lagi – lagi, di sini papah mamah harus komunikasi, duduk bersama dan ngobrol. Apakah bab makan, menjaga kebersihan, merapikan mainan, tidak nonton TV, kalau mau pipis bilang ke orang tuanya, atau yang mana dulu. Kalau saya nih Mah, kebiasaan positif itu ya semuanya. Apa – apa yang kita lakukan setiap harinya itu ya harus dibangun dengan baik. Sehingga ketika semakin beranjak besar, anak tetap melakukan kebiasaan positif tersebut. Hanya saja kita selaku orang tua harus menyesuaikan dengan usianya.

Ketiga, langkah nyata.  

Dalam prakteknya, kita semua harus melihat usia anak kita. Misalnya usia anak kita masih bayi Mah, langkah nyata apa yang bisa dilakukan untuk membangun kebiasaan positif? Bayi baru lahir sampai umur 2 tahun itu bisa apa sih? Bayi usia segitu semua keperluannya dipenuhi oleh orang tuanya.

Awal – awal kemampuan utamanya adalah mendengar. Kemudian setelah beberapa waktu anak itu mampu melihat. Maka, orang tuanya harus aktif dan terus mengajak komunikasi. Prakteknya begini.

Ingin menanamkan kebiasaan berdoa ketika hendak makan minum. Setiap kali hendak menyusui, ibu jangan lupa bilang, “Ayo Nak, minum dulu biar sehat, kuat shalih/ah, doa dulu yuk ‘Bismillahirrohmanirrohim’! Setelah selesai, Mamah jangan lupa untuk mengatakan, ‘Alhamdulillah, sudah kenyang kan!’’ Sesekali sampaikan juga kenapa sih kalau mau makan minum harus berdoa dulu.

Ketika usia sudah semakin bertambah, terus lakukan hal seperti ini. Kalau mau makan minum kita arahkan, ayo duduk dulu, kalau panas jangan ditiup tapi dikipasi atau ditunggu dingin, jangan lupa berdoa ya.

Menanamkan kebiasaan mengucap salam. Ini juga perlu dilatih sejak anak bayi. Mislnya, ketika orang tuanya datang, ya sapa bayi kita dengan mengucap salam. Atau ketika mau pergi, kita pamit dengan mengucap salam juga. Ketika usia anak sudah bertambah, biasakan menjabat tangannya lalu ucapkan salam.

Menanamkan buang air kecil atau pipis di kamar mandi. Ingat, ini standarnya di kamar mandi ya, bukan di sembarang tempat. Soalnya, sering saya lihat nih Mah, orang tua yang tidak mau repot sehingga anaknya diajari pipis di depan rumah. Sejak kecil, pas bayi itu, ketika anak pipis atau nge-pup, coba katakan sesuatu, misalnya, “Ganti dulu ya nak. Kalau kotor itu harus diganti, dibersihkan dan dicuci. Kita harus jaga kebersihan!”

Semakin usia bertambah, dan anak sudah bisa dibawa ke kamar mandi, maka selalu arahkan anak untuk kencing dan buang air besar di kamar mandi. Memang agak repot dikit sih Mah, tapi kalau sudah terbentuk akan terasa ringan banget. Saat ini Alhamdulillah anak pertama saya sudah lepas dari diapers dan pipisnya di kamar mandi. Sekali lagi, jangan pipis di luar rumah atau depan rumah. Tanamkan juga tentang malu dan menutup aurat.

Menanamkan anak mau ikut shalat. Kalau ini, sebenarnya prinsipnya sama. Pas masih bayi coba ajak komunikasi dengan baik meski bayi belum terlalu respon dan belum paham. “Ibu shalat dulu ya nak. Kita harus taat kepada Allah, agar kita dapat pahala lalu bisa masuk surga.” Atau kalimat lain yang membangun dan edukasi kepada anak.

Setelah anak bertambah umurnya, ajak shalat ketika kita shalat. Meskipun yang namanya shalatnya anak kecil tetap saja lari – lari dan main – main. Tetapi tetap ajak anak shalat. Hasilnya nanti, setiap mendengar adzan, dan orang tuanya shalat, anaknya otomatis ikut shalat atau justru yang ngajak – ngajak ke masjid.

Menanamkan tidak suka nonton TV. Caranya sederhana. Matikan TV, tutupi dengan kain atau simpan di tempat tersembunyi. Mumpung anak masih kecil, belum tahu tentang TV dan gadget, maka sejak kecil harus diet mengenai TV ini. Orang tuanya yang harus kuat menahan diri supaya tidak ingin nonton.

Tentu masih banyak kebiasaan positif lain. Silahkan mencari – cari dan praktekkan kepada anak masing – masing.

Keempat, Orang tua teladan.

Kalau kita selaku orang tua hendak menanamkan kebiasaan positif tersebut kepada anak, kita selaku orang tua harus bisa dijadikan teladan. Ingat kan kalau ada yang mengatakan, “Satu teladan lebih baik daripada seribu kata – kata.” Maka, jadilah teladan yang baik bagi anak – anak.

Kelima, sabar, berdoa dan berkelanjutan.

Artinya, diperlukan kesabaran, mau repot dan ribet, terus mengingatkan jika anak lupa terkait kebiasaan positif yang telah kita tanamkan. Jangan lupa berdoa memohon agar dimudahkan urusannya. Berikutnya, harus berkelanjutan terus – menerus. Jangan sampai putus apalagi dihentikan kebiasaan positif yang telah tertanam. Sayang sekali.

Sumber https://tuturma.ma/2017/01/23/para-mamah-muda-ini-cara-saya-membangun-kebiasaan-positif-pada-anak/

Perlengkapan Bayi | Kursi Bonceng Anak | Kolam Renang Bayi | Baby Beanbag

Artikel Terkait:

Produk terbaru

Rp 28.000
Order Sekarang » SMS : 0813-3450-6424
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
Nama BarangPelampung Tangan Bestway Princess
Harga Rp 28.000
Lihat Detail
Rp 28.000
Order Sekarang » SMS : 0813-3450-6424
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
Nama BarangPelampung Tangan Bestway Little Fish Nemo
Harga Rp 28.000
Lihat Detail
Rp 40.000
Order Sekarang » SMS : 0813-3450-6424
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
Nama BarangBantal Bayi / Bantal Tangan Menyusui / Arm Nursing Pillow Motif Farms
Harga Rp 40.000
Lihat Detail
Rp 350.000
Order Sekarang » SMS : 0813-3450-6424
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
Nama BarangKasur Bayi Snobby TPK 9203
Harga Rp 350.000
Lihat Detail
Rp 169.000
Order Sekarang » SMS : 0813-3450-6424
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
Nama BarangTas Bayi Snobby TPT 1872
Harga Rp 169.000
Lihat Detail
Rp 28.000
Order Sekarang » SMS : 0813-3450-6424
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
Nama BarangPelampung Tangan Bestway Armbands Disnep Mickey Mouse
Harga Rp 28.000
Lihat Detail
Rp 20.000
Order Sekarang » SMS : 0813-3450-6424
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
Nama BarangPelampung Tangan Uk 3-6 Th
Harga Rp 20.000
Lihat Detail
Rp 50.000
Order Sekarang » SMS : 0813-3450-6424
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
Nama BarangMainan Anak Lego Super Heroes Iron Man
Harga Rp 50.000
Lihat Detail

Informasi

Mainan adalah barang yang tanpa ada garansi dari pabrik, kami selalu mengecek kelengkapan dan test semua fungsi sebelum barang dikirim.
Semua mainan tiupan, pelampung dan kolam,barang tidak dites dan tidak ada garansi kebocoran. kami sarankan utk beli lem utk mengatasi kebocoran.

Rekening Bank

0885556634 Beti Bistiorini
1410011479581 Beti Bistiorini
0219739261 Beti Bistiorini
058301010645509 Beti Bistiorini