Senin - Sabtu 08.00 - 16.30 || Minggu 09.00 - 16.00 || HP/Wa 0813-3450-6424

Rumah yang Ramah Untuk Anak atau Malah Berbahaya?

Friday, June 23rd 2017.

“Adeeek jangan..!!!! Jangaaaannn!!!!” Suaranya seperti pengumuman lewat speaker. Keras. Kencang. Dan penuh emosi.

Mendengar teriakan itu, anak yang baru berusia dua tahun itu tiba-tiba diam. Tangannya yang hendak memegang bunga di vas kaca langsung ia tarik. Dia kaget. Lalu tak berapa lama, dia menangis.

Kejadian itu mungkin biasa ya didapati di dalam rumah. Apalagi rumah yang baru punya anak balita. Teriakan-teriakan, suara tangis, adalah melodi yang acap kali menghiasi rumah.

little girl writing on the wall of her house

Barangkali tanpa sadar kita sering melakukan hal yang serupa. Melarang bahkan langsung meminta dengan “sedikit paksa” benda yang dibawa anak karena menganggapnya berbahaya.

Dan coba deh perhatikan apa reaksi anak saat Bunda “meminta paksa” begitu? Pertama, anak kaget. Kedua, anak tetap tidak mau melepaskannya. Ketiga, dia tambah bandel. Keempat, dia malah menangis.

Ah…sungguh kasihan sekali kau, Nak.

Lagi asyik-asyiknya belajar dengan caramu sendiri, mungkin menulis dan mencoreti tembok, eh tiba-tiba di mata ibumu engkau menjadi monster kecil jahat yang perlu untuk segera dihentikan perbuatannya yang merusak tatanan negara.

Tiba-tiba dengan suara yang seperti pakai megaphone, ibu berteriak, “Jangaaaaaannnnn…..!!!!!” Sambil berlari secepat mungkin ke arahmu. Dan tak jarang, secara refleks tangan lalu memukul pantatmu. 

Atau ketika kau penasaran dengan motif lukisan yg ada diporselen dan mencoba  memainkannya, secepat itu pula bunda menggendongmu, membawamu pergi ke tempat lain dan mengatakan dengan wajah sangar, “Jangaaann maiin disitu..!!!”

Kemudian saat kau menuju rak buku, ternyata rak sudah berpindah tempat sehingga kau sulit menjangkau, karena beberapa hari yang lalu kau keluarkan semua buku dari rak dan kau sebar di seluruh penjuru ruangan.

Padahal kau hanya ingin mengenal dan belajar berinteraksi dengan buku buku itu. Tapi ya sudahlah… hingga akhirnya kau lupa dan tak ada lgi keinginan untuk buku dan segala yg membuatmu ingin tahu.

Barangkali seperti itu yg dirasakan si kecil. Dia merasa asing di rumahnya. Ekspresinya terbatas.

Seringkali tanpa sadar dengan dalih menjaga keamanan atau untuk kebaikan sang anak, seorang ibu malah menghambat anak untuk mengembangkan keterampilannya, ekspresi dan kecerdasannya. dengan sering melarang dan menghentikan kegiatan mereka.

Tak dipungkiri punya anak kecil yang sudah bisa merangkak, kemudian berjalan, lanjut kisaran usia 1,5 tahun, anak mulai suka coret coret, mulai utak atik, mulai usil, dan itu benar-benar bikin seorang ibu “riuweh” tingkat dewa. Bikin pengen berteriak kencang, “Aaaaaaargggghhhhhhhhhhhh…………….!!!!!!”

Maka tak heran bila perabotan rumah akan kocar kacir karena dimainin si kecil. apapun akan digapainya, gigit, tarik, tendang. Tapi memang itulah fasenya, masa masa dia belajar dengan cara seperti itu.

Bila keadaan seperti itu, tenanglah. Ambil nafas dalam-dalam. Gerakkan tangan ke atas, lakukan senam singkat lima menit. Bayangkan Bunda sedang berada di sebuah taman yang penuh bunga-bunga. Harum baunya. Rileks.

Biarkan anak belajar, dengan caranya.

Saya tahu kok rasanya kuatir dengan tingkah si kecil yang kadang “berbahaya.” Wajar. Semua ibu pasti juga akan merasakan hal yang sama. Tapi jangan sampai rasa kuatir itu malah menghambat rasa penasaran anak.

Jangan sampai dengan dalih “kuatir” anak malah di kekang. Diberikan sangkar emas. Keinginan belajarnya yang mulai tumbuh malah kita potong sampai ke akar-akarnya.

Maka kita harus membuat rumah yang ramah anak. Rumah yang bebas dia eksplorasi. Rumah yang membuatnya merasa nyaman dan aman. Dan yang pasti, rumah yang tanpa teriakan dan bentakan. 

Ada benda yang berbahaya bagi anak di lingkungan rumah, memang iya. Benar. Tapi jangan membuat rumah itu sendiri menjadi “berbahaya” bagi tumbuh kembang anak. Buatlah rumah yang ramah untuknya.

Lantas apa yang bisa dilakukan untuk membuat rumah seperti itu?

Pertama, bunda bisa meminimalisir atau mengamankan terlebih dahulu benda-benda atau hiasan rumah yang bisa membahayakan si kecil, semisal vas kaca, pajangan pajangan keramik, guci guci, atau benda lainnya.

Toh, itu tak akan berlangsung lama. Ingat ya Bunda, usia balita itu sungguh waktu yang sangat cepat berlalu. Betul itu, tahu-tahu tanpa sadar anak-anak sudah mau masuk SD.

Kedua, mungkin bunda perlu menurunkan standar kerapihan rumah, agar tidak mudah stres. Dengan begitu Bunda tidak mudah terpancing marah atau tiba tiba menghentikan aktivitas anak yang sebenarnya mereka lakukan dalam rangka  belajar.

Minimalkan melihat gambar-gambar rumah yang rapi, bersih, kinclong. Sudahlah, itu semua hanya ada di iklan televisi. Kalau ada rumah yang rapi, bersih dan kinclong, itu pasti rumah yang tidak punya anak balita. Atau mungkin ibunya benar-benar galak seperti monster.

Ketiga, pahami dunia anak anak. Dunia anak adalah dunia bermain, anak serba ingin tahu. Apapun benda di rumah akan dijadikan sasaran keingintahuannya. Dengan memahami hal ini bunda akan memaklumi apa yang mereka lakukan, dan pastinya mengurangi tingkat stres.

Keempat, jangan menjauhkan barang barang yang sebenarnya bisa menjadi media belajar anak, hanya karena takut berantakan. Misalnya, menaruh buku di dalam lemari yg tetutup rapat, atau meletakkan buku di tempat tinggi, sehingga anak anak tak mampu menjangkau.

Biarkan saja anak bermain dengan bukunya  Bunda, dengan itu dia sedang belajar dekat dengan buku dan membuatnya kelak cinta dengan ilmu.

Kelima, jadikan setiap benda yang ada di rumah sebagai sarana belajar bagi anak. Bunda bisa menjelaskan setiap jenis, fungsi dan rasa syukur dengan adanya benda itu, sehingga membuat anak semakin pintar dengan perbendaharaan pengetahuan.

Keenam, buatlah antisipasi atau solusi dari ‘ulah’ belajar si kecil. Misalnya bagi bunda yang tak ingin repot mengecat ulang rumah akibat hasil ‘kreatifitas’ si kecil, mungkin bisa menempel wall stiker di dinding, atau menggunakan alternatif benda lain yg lebih bersahabat untuk menggantikan benda yang seringkali dimainkan si kecil.

Jadilah kreatif Bunda. Bukan anak yang mesti menyesuaikan dengan kondisi rumah. Ingat, usianya masih balita. Usianya masih belum paham tentang apa itu rapi, tentang apa itu “meletakkan barang pada tempatnya.”

Anak memang harus diajari kerapian dan kesopanan, tapi lebih banyak orang tualah yang harus bisa menyesuaikan kondisi rumah untuk mendukung tumbuh kembang anak.

Anak paling banyak menghabiskan waktu di rumah, maka buatlah rumah yang ramah untuk mereka. Rumah yang nyaman untuk anak tinggali. Rumah yang ramah untuk mereka tumbuh dan berkembang. Rumah yang aman untuk mereka belajar.

Jauh dari teriakan, bentakan, dan pukulan. Dan yang pasti tidak berbahaya untuk anak. 

Itu beberapa hal yg bisa dilakukan agar bunda nyaman, anakpun pintar dan senang. Bersabarlah bunda, itu tak akan lama. Sangat sebentar. Sangat singkat. Suatu saat mungkin bunda akan merindukan momen-momen itu kembali.

Sumber http://tuturma.ma/2016/10/30/rumah-yang-ramah-untuk-anak-atau-malah-berbahaya/

Perlengkapan Bayi | Kursi Bonceng Anak | Kolam Renang Bayi | Baby Beanbag

Artikel Terkait:

Produk terbaru

Rp 100.000
Order Sekarang » SMS : 0813-3450-6424
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
Nama BarangKolam Renang Anak Bestway Fill N Fun 55028
Harga Rp 100.000
Lihat Detail
Rp 135.000
Order Sekarang » SMS : 0813-3450-6424
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
Nama BarangKolam Renang Anak Bestway Tanpa Tiup 55029
Harga Rp 135.000
Lihat Detail
Rp 95.000
Order Sekarang » SMS : 0813-3450-6424
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
Nama BarangBan/Pelampung Renang Anak Angsa Swan Pink
Harga Rp 95.000
Lihat Detail
Rp 95.000
Order Sekarang » SMS : 0813-3450-6424
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
Nama BarangBan/Pelampung Renang Anak Angsa Swan Putih
Harga Rp 95.000
Lihat Detail
Rp 100.000
Order Sekarang » SMS : 0813-3450-6424
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
Kode2630
Nama BarangKolam Inflatable Pool Hello Kitty 90 40
Harga Rp 100.000
Lihat Detail
Rp 125.000
Order Sekarang » SMS : 0813-3450-6424
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
Nama BarangKolam Renang Anak & Bayi Pelangi Bestway 51103B 3Ring Uk152
Harga Rp 125.000
Lihat Detail
Rp 95.000
Order Sekarang » SMS : 0813-3450-6424
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
Nama BarangKolam Renang Anak & Bayi Pelangi Bestway 51104B 3Ring Uk102
Harga Rp 95.000
Lihat Detail
Rp 155.000
Order Sekarang » SMS : 0813-3450-6424
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
Nama BarangKolam Renang Anak & Bayi Pelangi Bestway 51117 4Ring Uk157
Harga Rp 155.000
Lihat Detail

Informasi

Mainan adalah barang yang tanpa ada garansi dari pabrik, kami selalu mengecek kelengkapan dan test semua fungsi sebelum barang dikirim.
Semua mainan tiupan, pelampung dan kolam,barang tidak dites dan tidak ada garansi kebocoran. kami sarankan utk beli lem utk mengatasi kebocoran.

Rekening Bank

0885556634 Beti Bistiorini
1410011479581 Beti Bistiorini
0219739261 Beti Bistiorini
058301010645509 Beti Bistiorini