Senin - Sabtu 08.00 - 16.30 || Minggu 09.00 - 16.00 || HP/Wa 0813-3450-6424

Sebelum Anak Dewasa dan Meninggalkan Kita, Menangkanlah Hatinya

Thursday, August 24th 2017.

Tak selamanya anak akan berada di samping kita. Ia akan tumbuh besar dan menjalani hidupnya sendiri. Saat itu terjadi, bagaimana perasaan kita nanti?

Muslim-single-mum

Pertanyaan itu membayang di pikiran saya setelah mudik kemarin. Sudah lama saya tak bertemu orangtua di kampung halaman. Dan dari kepulangan itu, ada hikmah yang saya dapatkan.

Di kampung halaman, ibu terlihat sangat gembira melihat anak perempuannya pulang. Seperti sudah bertahun-tahun lamanya tidak melihat. Padahal baru beberapa bulan. Ibu mau repot-repot belanja banyak bumbu untuk membuat masakan yang paling saya sukai sewaktu bocah dulu, sayur ikan asin pedas dengan banyak cabe.

Hmm, saya ingat waktu bocah sering menghabiskan sayur itu. Di desa memang tidak banyak pilihan bukan? Masakan sederhana sudah dibilang favorit. Hehe.

Tapi begitulah, ibu sampai begitu repot. Saya tidak tega sebenarnya mengingat ibu sudah jarang memasak. Sedikit masak saja, tubuhnya langsung kelelahan. Tetapi ibu memaksa. Ya sudah, saya hanya ikut membantu biar enggak kecapekan banget.

“Sudah, Ibu inget makanan kesukaanmu jaman kecil dulu,” kata ibu kepada saya.

Ucapan ibu itu kok masih teringat terus di pikiran saya. Kenapa ibu masih begitu ingat dengan masakan itu, padahal saya juga agak lupa. Hehe.

Setelah saya pikir, mungkin, masa paling menggembirakan bagi orangtua adalah saat anaknya masih kecil. Saat anaknya masih bisa dipeluk dan diperhatikan sepanjang waktu.

Beda saat anaknya sudah besar, anak pergi hidup sendiri membangun rumah tangga, memiliki anak dan suami. Seperti saya sekarang, sudah berumah tangga dengan suami di luar kota. Otomatis, saya jadi terpisah dari orang tua.

Tidak ada lagi momen bersama. Saya pun jarang sekali punya kesempatan membahagiakan ibu dan ayah. Bagaimanapun anak seperti saya ini baru belajar membalas budi saat ini. Saya tahu jasa orangtua tak akan pernah bisa ditebus sebanyak apapun usaha kita.

Saya hanya mencoba. Ya mencoba pulang untuk membuat keduanya tersenyum bahagia.

Eh, sampai di kampung malah mereka yang repot-repot bikin saya seneng. Ibu itu lho, sukanya ngingetin saya sama masa lalu. Mungkin karena suami dan anak enggak ikut. Jadi ya emang spesial banget rasanya.

Seakan saya masih anak gadis mereka yang dulu. Seakan ibu dan ayah ingin mengulangi masa lalu bersama saya ini Mereka mau repot-repot biar saya seneng. Terharu banget kan kalau gitu.

Apa saya kurang lama jadi anak kecil?

Tidak. Tidak mungkin. Saya tumbuh sesuai usia dan mulai meninggalkan rumah saat kuliah di usia 18 tahun. Sejak kuliah, rumah hanya jadi tempat singgah waktu libur. Dan itu sudah berjalan selama 12 tahun sampai saat ini.

Sepertinya, ibu merasa sempat kehilangan anaknya. Kalau dihitung, hanya 19 tahun saya bersama mereka. Maklum, tidak ada tradisi merantau di kampung saya. dari kecil sampai tua orang akan hidup di sana. Kepergian saya adalah sebuah perpisahan yang berat.

Jadi tentu, ibu pasti merasa kehilangan anak gadisnya yang dulu sering membantu. Perasaan seperti itu, kenapa baru bisa saya rasakan kemarin. Padahal sudah 11 tahun saya meninggalkan rumah. Kesadaran ini begitu terlambat datang.

Apa setiap orangtua akan merasakan kehilangan anak nantinya?

Kehilangan karena anaknya akan tumbuh besar dan meninggalkan ibunya sendiri. Mereka akan merantau, menikah dengan seseorang, dan memutuskan hidup jauh dari orangtuanya.

Seperti apa rasanya ya. Entahlah. Saya belum siap memikirkan itu. Anak saya masih sangat kecil, umurnya masih 2 tahun. Seorang perempuan seperti saya.

Saya selalu berkata padanya agar cepat besar. Tapi saat sudah tumbuh dewasa, dia akan menikah dan mungkin tinggal jauh dari saya. Itu akan jadi moment yang berat, pasti.

Seperti saat pertama kali saya meninggalkan rumah untuk kuliah. Seperti saat saya meninggalkan rumah setelah menikah. Di kedua momen itu Ibu memeluk erat tubuh saya.

Ibu memang tidak menangis. Tapi ibu selalu saja cerewet meninggalkan banyak pesan saat saya hendak pergi. Selalu begitu. Ia tidak pernah menuntut saya sukses. Tidak. Ibu mengingatkan saya untuk selalu menjaga kesehatan dan tidak lupa makan. Pesan ibu selalu sederhana. Selalu sama.

Di mata ibu, saya akan selalu jadi anak kecil. Selalu.

Apa ibu menyesal sempat membiarkan saya kuliah di luar kota? Apa ibu menyesal mengizinkan anaknya pergi meninggalkan rumah sejak umur 19 tahun?

Sebab usai saya pamit pergi, nyatanya saya tak pernah kembali lagi. Kuliah mengajarkan banyak hal. Tentu saya berubah. Maka tiap kali pulang berlibur, saya bukan lagi anak yang sama seperti dulu. Saya pulang jadi anak yang lain.

Apa ibu pernah menyesalkan kepergian saya?

Sebab saya pergi dan tidak pernah lagi kembali. Menjadi orang lain. Menikah dengan seorang pria. Dan memilih tinggal jauh.

Ya, itu jadi konsekuensi yang saya pikirkan. Besok anak saya akan besar. Kalau dia ingin pergi, saya tak akan melarang. Dia boleh pergi sejauh mungkin yang dia mau. Saya belajar dari sikap ibu dulu.

Tapi meski jauh, jika di hati anak selalu ada orangtuanya, itu sudah cukup. Itu yang saya harapkan. Saya ingin memenangkan hati anak.

Seseorang pernah berkata “Orang besar adalah dia yang tidak kehilangan hati anaknya.”

Jika kita kehilangan hati anak, maka semuanya percuma. Meski anak tinggal dalam rumah, tetapi hatinya tidak ada untuk orangtua. Maka kuncinya memang menjaga hak anak, agar ia mau selalu mengingat orang tuanya.

Tetapi memenangkan hati anak tidak mudah. Untuk menanamkan kecintaan pada orangtua di hatinya, butuh usaha. Salah satunya dengan memuaskan waktu bersama selagi kecil.

Sepertinya saya harus menerima, bahwa masa paling membahagiakan bagi orang tua adalah saat anak masih kecil. Di masa kecil saya masih bisa memeluk dan memperhatikan anak setiap waktu. Saya tahu semua tentangnya.

Tentu saja itu berbeda saat ia tumbuh besar nanti. Dia akan memiliki dunianya sendiri bersama teman. Biasanya sejak remaja. Remaja sudah punya dunia sendiri, rahasia sendiri, dan beberapa hal yang tak mungkin saya ketahui seutuhnya.

Pada waktunya nanti, saya akan semakin jauh dari anak. Dia akan tumbuh besar dan bicara seperlunya dengan orangtua.

Maka apalagi yang dapat saya lakukan selain memenuhi kebutuhan masa kecilnya. Memberinya perhatian penuh agar ia selalu tertawa, dan tak lupa mendukung pertumbuhannya dengan makanan sehat, gizi sehat, dan apapun yang bisa saya lakukan.

Saya sadar, suatu hari nanti anak akan jauh dari saya. Saya sadar, tidak selamanya anak akan berada di samping orangtuanya.

Sumber https://tuturma.ma/sebelum-anak-dewasa-dan-meninggalkan-kita-menangkanlah-hatinya/

Perlengkapan Bayi | Kursi Bonceng Anak | Kolam Renang Bayi | Baby Beanbag

Artikel Terkait:

Produk terbaru

Rp 28.000
Order Sekarang » SMS : 0813-3450-6424
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
Nama BarangPelampung Tangan Bestway Princess
Harga Rp 28.000
Lihat Detail
Rp 28.000
Order Sekarang » SMS : 0813-3450-6424
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
Nama BarangPelampung Tangan Bestway Little Fish Nemo
Harga Rp 28.000
Lihat Detail
Rp 40.000
Order Sekarang » SMS : 0813-3450-6424
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
Nama BarangBantal Bayi / Bantal Tangan Menyusui / Arm Nursing Pillow Motif Farms
Harga Rp 40.000
Lihat Detail
Rp 350.000
Order Sekarang » SMS : 0813-3450-6424
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
Nama BarangKasur Bayi Snobby TPK 9203
Harga Rp 350.000
Lihat Detail
Rp 169.000
Order Sekarang » SMS : 0813-3450-6424
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
Nama BarangTas Bayi Snobby TPT 1872
Harga Rp 169.000
Lihat Detail
Rp 28.000
Order Sekarang » SMS : 0813-3450-6424
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
Nama BarangPelampung Tangan Bestway Armbands Disnep Mickey Mouse
Harga Rp 28.000
Lihat Detail
Rp 20.000
Order Sekarang » SMS : 0813-3450-6424
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
Nama BarangPelampung Tangan Uk 3-6 Th
Harga Rp 20.000
Lihat Detail
Rp 50.000
Order Sekarang » SMS : 0813-3450-6424
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
Nama BarangMainan Anak Lego Super Heroes Iron Man
Harga Rp 50.000
Lihat Detail

Informasi

Mainan adalah barang yang tanpa ada garansi dari pabrik, kami selalu mengecek kelengkapan dan test semua fungsi sebelum barang dikirim.
Semua mainan tiupan, pelampung dan kolam,barang tidak dites dan tidak ada garansi kebocoran. kami sarankan utk beli lem utk mengatasi kebocoran.

Rekening Bank

0885556634 Beti Bistiorini
1410011479581 Beti Bistiorini
0219739261 Beti Bistiorini
058301010645509 Beti Bistiorini