Senin - Sabtu 08.00 - 16.30 || Minggu 09.00 - 16.00 || HP/Wa 0815-1483-2773

Tips Mengajarkan Puasa Kepada Anak

Monday, June 6th 2016.

Bagi Anda yang mungkin masih bingung bagaimana cara untuk mengajarkan puasa kepada anak, simak beberapa tipsnya berikut ini.

Perkenalkan tentang puasa sejak dini
Semakin cepat Anda memperkenalkan puasa kepada anak, semakin cepat pula mereka mengerti tentang makna puasa dari waktu ke waktu. Biasanya, anak sudah bisa diajak berdialog dua arah sejak berusia 5-6 tahun. Di usia 5-6 tahun, anak Anda mulai bisa mendengarkan dan menyimpan informasi yang ia dengar dalam ingatannya.
Perkenalkan ke anak mengapa umat muslim perlu melakukan puasa. Tidak perlu repot dengan dalil-dalil teoritis mendalam karena usia anak masih kecil dan belum tentu si anak bersedia mendengar pejelasan Anda yang rumit-rumit. Perkenalkan saja hal-hal yang sederhana tentang puasa.

Misalnya, umat Islam harus berpuasa, jika tidak maka akan berdosa. Puasa itu kewajiban bagi orang yang beragama islam, dengan puasa maka kita bisa merasakan kesusahan orang miskin yang sering kelaparan. Bisa juga dengan memberikan tambahan penjelasan bahwa puasa itu baik untuk kesehatan, karena perut diberi waktu sejenak untuk beristirahat setelah sepanjang tahun bekerja terus mencerna makanan.

Atau Anda bisa menjelaskan bagaimana cara berpuasa itu sesungguhnya, selain menahan lapar dan haus mulai dari subuh hingga bedug maghrib, harus juga menahan hawa nafsu seperti tidak boleh marah, berbohong, menghina, dan bersedih yang berlebihan.

Anda bisa memperkenalkan dan memberi pemahaman tentang puasa ke anak lewat berbagai media yang menarik bagi anak, misalnya lewat bercerita, buku-buku, lagu-lagu, film animasi, permainan atau media-media menarik lainnya.

Libatkan anak dalam menyambut bulan Ramadhan
Ajak anak untuk ikut serta mempersiapkan segala sesuatu yang diperlukan ketika bulan Ramadhan tiba. Tujuannya agar anak bisa membedakan suasana di bulan-bulan biasa dengan suasana bulan Ramadhan. Ajak anak untuk ikut mempersiapkan menu-menu berbuka puasa, ikut sahur, dan mempersiapkan perlengkapan ibadah selama bulan Ramadhan.

Beritahu anak tentang keindahan dan kenikmatan bulan Ramadhan
Orang tua juga bisa memberitahu ke anak apa saja keindahan dan kenikmatan yang bisa dirasakan di bulan suci Ramadhan. Tujuannya untuk menggugah keinginan anak agar tertarik dan mau menjalankan ibadah puasa. Misalnya memberitahu bagaimana indah dan nikmatnya saat-saat berbuka puasa bersama, menyantap makanan kesukaan dan minuman segar setelah seharian tidak makan dan minum. Atau dengan memberitahu tentang indahnya tadarus dan sholat tarawih bersama di masjid, dan lain-lain.

Sertakan anak dalam kemeriahan bulan puasa
Bulan puasa biasanya selalu lebih meriah dibandingkan bulan-bulan lainnya. Mulai dari tersedianya pasar-pasar kaget yang menyajikan aneka menu buka puasa, tradisi ngabuburit, hingga sahur. Ikut sertakan anak Anda dalam hal-hal tersebut agar mereka tahu perbedaan bulan Ramadhan dengan bulan-bulan lainnya yang tidak diwajibkan untuk berpuasa.
Bangunkan anak saat Anda melaksanakan sahur. Sajikan menu sahur yang menarik dan bisa menggugah selera makan anak. Pada saat bangun sahur, anak masih dalam keadaan mengantuk, untuk itu, orang tua perlu menciptakan suasana sahur yang menyenangkan bagi anak.

Ikut sertakan anak saat Anda menyiapkan aneka menu makanan dan minuman segar untuk berbuka. Buatlah momen berbuka puasa menjadi momen yang menyenangkan dan mengasyikkan bagi anak, sehingga bisa memotivasi anak untuk terus melakukan puasa keesokan harinya, misalnya dengan membuat aneka makanan kesukaan anak atau mungkin mengajak anak berbuka puasa di luar.

Menyiapkan aneka makanan kesukaan untuk anak di kala sahur dan berbuka perlu dilakukan agar anak lebih semangat lagi untuk berpuasa. Tak perlu berlebih-lebihan, yang terpenting menu makanan yang disajikan cukup gizi, disajikan dengan tampilan yang menarik dan variatif.

Ajak pula anak untuk ikut serta shalat tarawih dan tadarus bersama di mesjid setiap malamnya. Dengan begitu, anak Anda akan tertarik untuk turut serta melakukan apa-apa saja yang dilakukan oleh umat islam di bulan Ramadhan.

Bawa anak Anda melihat kondisi orang-orang yang kurang beruntung
Sesekali ketika Anda mengajak anak-anak berjalan-jalan di waktu senggang, coba bawa anak Anda melihat kehidupan orang-orang yang nasibnya kurang beruntung seperti pengamen, pengemis, gelandangan yang tinggal di bawah kolong jembatan atau pemulung. Ceritakan pada anak Anda bagaimana nasib ketidakberuntungan mereka. Anda bisa memberitahu ke anak bahwa lewat puasa, kita diajarkan untuk juga ikut merasakan lapar dan haus yang biasa dialami oleh orang-orang yang kurang beruntung.
Contohkan pula kepada anak tentang kebiasaan berbagi dengan orang-orang yang kurang mampu. Bisa dengan cara bersedekah, memberi makan, minum, pakaian, dan lain-lainnya. Dengan begitu Anda telah mengajarkan kepada anak Anda bagaimana caranya berempati, berbagi, sekaligus juga mengajarkan tentang esensi ibadah-ibadah di bulan Ramadhan kepada anak.

Latih anak untuk ikut berpuasa
Meskipun usianya masih kecil, tidak ada salahnya Anda menganjurkan dan melatih anak untuk ikut berpuasa bersama Anda. Sesuaikan dengan kemampuan anak Anda, misalnya hanya sampai setengah hari saja. Tak masalah jika anak baru mampu menjalankan puasa setengah hari, yang terpenting adalah anak Anda sudah bersedia memulai untuk ikut berpuasa. Lambat laun nanti anak juga akan semakin terbiasa dan ingin untuk terus ikut berpuasa.
Beri semangat ketika anak melakukan puasa pertamanya
Puasa pertama bagi anak-anak adalah sesuatu yang sangat menderita. Tidak boleh makan dan minum tentu saja akan membuat anak Anda merasa tersiksa. Terus beri semangat mereka dan ajak anak Anda melakukan hal-hal yang menyenangkan agar waktu berpuasanya tidak terlalu terasa baginya. Jika ia berhasil melalui puasanya dengan baik, jangan sungkan-sungkan untuk memberi pujian “hebat“, “Jagoan Papa Mama“. Pujian-pujian seperti itu akan membangkitkan semangatnya dan keinginannya untuk melaksanakan puasa kembali keesokan harinya.
Dari tips-tips di atas, diharapkan terjadi ikatan emosional antara Anda dan anak Anda tentang bagaimana mentransfer ilmu pengetahuan yang baik, khususnya ilmu tentang berpuasa. Semakin kuat ikatan emosional antara Anda dan anak, tentu akan semakin mudah bagi Anda untuk menjelaskan point-point penting dalam melaksanakan ibadah puasa.

Anda akan menjadi guru yang menyenangkan bagi anak Anda yang sesungguhnya haus akan pengetahuan-pengetahun baru yang sebelumnya tidak pernah ia pelajari. Ada beberapa catatan penting yang tidak boleh Anda lakukan ketika Anda mengajarkan anak untuk berpuasa, antara lain adalah sebagai berikut:

Jangan mengiming-imingi anak dengan hadiah apapun!
Banyak orang tua yang sering mengiming-imingi hadiah berupa mainan atau uang jika si anak bersedia ikut berpuasa. Cara seperti itu sangat tidak tepat untuk dilakukan. Jika tujuan Anda memberi aneka hadiah ketika si anak bersedia ikut melaksanakan puasa sebagai reward atau penghargaan, segeralah ubah mindset Anda. Ini akan menjadi boomerang bagi diri Anda sendiri di kemudian hari. Anak akan menagih hadiah setiap tahun ia melaksanakan puasanya. Dikhawatirkan pula bahwa anak akan terbiasa melakukan sesuatu hanya karena iming-iming hadiah yang dijanjikan kepadanya.
Padahal hakikatnya, puasa bukanlah perintah yang bersumber dari orang tua seperti perintah belajar matematika atau belajar bahasa Inggris. Puasa adalah perintah yang bersumber dari Tuhan, jadi hadiah yang bersifat materi bukanlah hadiah yang tepat. Hadiah sesungguhnya adalah pahala dari Tuhan. Beritahukan dengan penuh kasih sayang bahwa hadiah terbaik dari segala hadiah yang ada di muka bumi ini adalah pahala dari Tuhan. Jadi siapa yang melaksanakan perintah Tuhan berhak mendapat hadiah pahala.

Jangan membohongi Anak!
Jangan pernah berbohong untuk menakut-nakuti anak agar ia mau melakukan ibadah puasa. Misalnya, Anda mengatakan jika tidak berpuasa maka akan ada setan yang akan menelan anak Anda hidup-hidup ketika malam. Mungkin tujuan Anda ingin membuat anak Anda takut dan menuruti perkataan Anda. Tapi lagi-lagi cara ini akan menjadi boomerang bagi diri Anda sendiri. Setelah kebohongan anda terkuak oleh anak Anda, jangan harap ia akan mempercayai Anda seumur hidupnya.
Jangan melakukan kekerasan fisik kepada anak Anda!
Beberapa orang tua masih beranggapan bahwa memukul, mencubit, menjewer atau melakukan kekerasan fisik lainnya adalah cara yang ampuh untuk mengajarkan sesuatu kepada anak. Buang jauh-jauh metode pendidikan seperti itu. Itu adalah metode pendidikan feudal alias kuno. Untuk mengajarkan anak tentang puasa diperlukan kesabaran dan sentuhan emosional berupa kasih sayang. Metode persuasif lebih mujarab dibandingkan metode kekerasan fisik.
Mungkin anak Anda menurut saja melaksanakan puasa jika anda mengancam akan memukulnya, mencubit, atau menjewernya jika ia tidak mau melaksanakan puasa. Itu ia lakukan karena ia takut kepada Anda bukan karena ia memang ingin melakukannya. Ingat, usia anak Anda akan bertambah dan jika ia merasa sudah mampu melawan Anda, maka bukan tidak mungkin kekerasan fisik itu akan berbalik pada diri Anda sendiri.

Jangan meremehkan usaha anak Anda berpuasa!
Berhubung usia anak Anda masih kecil ketika pertama kali diajarkan tentang berpuasa, maka biasanya puasa yang dilakukannya belum penuh satu bulan. Jika itu terjadi, jangan menertawakan usahanya untuk berpuasa atau meberi embel-embel julukan di belakang namanya seperti “Susi si pemalas puasa“, atau “Anton si tukang bolos puasa” dan lain-lain.
Julukan-julukan yang sifatnya meremehkan seperti itu justru akan mematikan semangat anak Anda untuk melakukan puasa kembali di tahun depan. Hargai setiap usaha dan pencapaian yang diraih anak. Penghargaan dari orang tua dapat memotivasi anak untuk terus semangat dalam berusaha dan mencoba.

Jadi kesimpulannya, mengajarkan anak berpuasa itu susah-susah gampang. Selain butuh kesabaran, Anda juga dituntut untuk bersikap arif. Tidak terlalu memanjakannya dan tidak pula terlalu keras dalam penerpannya. Peran anda dalam mengajarkan pentingnya puasa akan mempengaruhi kualitas ibadah anak Anda nantinya. Ingat, anda adalah panutan yang akan ia contoh pertama kali. Nilai-nilai ibadah yang sudah diperkenalkan oleh orang tua kepada anak sejak kecil akan menjadi dasar dan pondasi penting bagi kehidupan anak selanjutnya nanti.

Sumber : Informasi tips

Cooler Bag | Kasur Bayi | Kolam Baby spa | Kursi Boncengan Anak
Perlengkapan Bayi | Mainan Bayi | Buku Bantal | Bantal Menyusui

Artikel Terkait:

  • Belum Ada Link Terkait

Produk terbaru

Rp 135.000
Order Sekarang » SMS : 0815-1483-2773
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
Nama BarangTikar Lipat Piknik Big Size Microsatin Plastik Bukan Lampit Rotan Bambu Sushi
Harga Rp 135.000
Lihat Detail
Rp 60.000
Order Sekarang » SMS : 0815-1483-2773
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
Nama BarangTikar Lipat Piknik Size Small Microsatin Plastik Bukan Lampit Rotan Bambu Sushi
Harga Rp 60.000
Lihat Detail
Rp 80.000
Order Sekarang » SMS : 0815-1483-2773
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
Nama BarangTikar Lipat Piknik Medium Microsatin Plastik Bukan Lampit Rotan Bambu Sushi
Harga Rp 80.000
Lihat Detail
Rp 50.000
Order Sekarang » SMS : 0815-1483-2773
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
Nama BarangPelampung Leher / Neckring Baby Collar Motif Princess
Harga Rp 50.000
Lihat Detail
Rp 50.000
Order Sekarang » SMS : 0815-1483-2773
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
Nama BarangNeckring Baby Collar Motif Pooh
Harga Rp 50.000
Lihat Detail
Rp 50.000
Order Sekarang » SMS : 0815-1483-2773
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
Nama BarangNeckring Baby Collar Motif Princess
Harga Rp 50.000
Lihat Detail
Rp 50.000
Order Sekarang » SMS : 0815-1483-2773
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
Nama BarangNeckring Baby Collar Motif Frozen
Harga Rp 50.000
Lihat Detail
Rp 50.000
Order Sekarang » SMS : 0815-1483-2773
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
Nama BarangNeckring Baby Collar Motif Thomas
Harga Rp 50.000
Lihat Detail

Informasi

Mainan adalah barang yang tanpa ada garansi dari pabrik, kami selalu mengecek kelengkapan dan test semua fungsi sebelum barang dikirim.
Semua mainan tiupan, pelampung dan kolam,barang tidak dites dan tidak ada garansi kebocoran. kami sarankan utk beli lem utk mengatasi kebocoran.

Rekening Bank

0885556634 Beti Bistiorini
1410011479581 Beti Bistiorini
0219739261 Beti Bistiorini
058301010645509 Beti Bistiorini